News

  • Fakultas Peternakan adakan Pelatihan Character Building and Personal Branding

    Fakultas Peternakan IPB University bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (HIMAPROTER) dan Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak (HIMASITER) mengadakan Pelatihan Character Building and Personal Branding2020 melalui zoom meeting (Sabtu  17/10). Kegiatan untuk tahun ini mengusung tema Time to Change Your Life Using Your Skills.Selain memiliki tema yang bagus dan sesuai dengan keadaan mahasiswa millenial, dalam acara ini juga mengundang pembicara yang tidak kalah keren dan hebat. Yaitu terdapat Nadhifah Alliya Tsana seorang podcaster dan penulis buku best sellerNovel “Geez and Ann” yang lebih kerap disapa dengan RintikSedu, Adnan Fatron yang merupakan seorang trainer dan owner of mudainspiratif.co.id,serta Bela Arswendita yang merupakan seorang conten creatorsekaligus announcer of Radio Prambors.Pada pelatihan ini diikuti 380 peserta, yang dimana peserta ini berasal dari luar dan dalam mahasiswa IPB University.

    Peserta pun mengikuti pelatihan ini dengan antusias di setiap sesi setiap pembicara menyampaikan materinya. Di dalam materi yang disampaikan oleh Tsana mengenai bagaimana pentingnya kita selalu membangun dan membentuk karakter diri kita tanpa harus menjadi orang lain, tetapi tetap menjadi diri sendiri. Seperti pesan dari Anan Fatron yaitu tiga langkah hal yang harus dilakukan dalam membentuk karakter diri kita yaitu pertama tentukan karakter yang diinginkan, kedua yaitu miliki lingkungan yang sistematis dan mendukung dan yang ketiga yaitu lakukan berulang sampai menjadi kebiasaan. Sedangkan cara membangun karakter dari Bela yaitu selalu persiapkan diri kita mulai dari membangun skillkomunikasi untuk membangun,memperluas relasi, stay relevant, bicara di depan publik dan bangun brand kamu. Karena di setiap pekerjaan yang akan kita pilih tentunya diperlukan skillkomunikasi yang baik.

    Dengan adanya pelatihan character buildingdan Personal Brandingini diharapkan dapat menumbuhkan karakter dan skillyang baik pada peserta yang mengikuti. Selain itu terdapat rangkaian dari acara ini yaitu terdapat beberapa challengepembuatan video mengenai character buildingdan personal branding.

  • Fakultas Peternakan IPB IPB Gelar Webinar Green Campus Movement

    Fakultas Peternakan IPB University bekerjasama dengan BEM Fakultas Peternakan IPB menyelenggarakan kegiatan Webinar Green Campus Movementpada Minggu, 11 Oktober 2020 via Zoom Meeting.

    Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman dan kesadaran kepada mahasiswa tentang pentingnya menjaga lingkungan terutama kawasan kampus hijau, memberikan kesadaran dalam penerapan kebiasaan-kebiasaan baik yang ramah lingkungan, dan meningkatkan peran aktif mahasiswa dalam mempromosikan dan mengedukasi masyarakat sekitar dalam pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

    Sebagai pembicara pertama Dr. Sri Wahyuni selaku Direktur Perusahaan Biogas PT. Swen Inovasi Transfer menyampaikan tema “Peluang usaha generasi muda dalam pemanfaatan limbah (Re-cycle).” Sri Wahyuni menjelaskan peran biogas dalam manfaatkan limbah kotoran ternak sekaligus menghasilkan energi bersih.

    Sementara itu, Miss Earth Indonesia 2019, Chintia Kusuma Rani menyampaikan tema “Meningkatkan peran generasi milenial sebagai agen perubahan dalam upaya penyelamatan lingkungan”. Chintia mengajak para muda milenial untuk bersama-sama bertanggungjawab terhadap keselamatan lingkungan. “Semua itu harus berawal dari hati kita sendiri, jadi mau orang lain bilang apa kita ya tetap pada pendirian kita, sampah itu tanggung jawab kita, bukan orang lain” ujarnya.

    Senada dengan Cinthia, Abdul Ghofar selaku Co-coordinator dari Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) yang menyampakan tema “Green lifestyle sebagai bentuk usaha penyelamatan lingkungan". Perilaku individu yang dilakukan secara konsisten, maka akan menjadi teladan bagi orang lain. Jika individu-individu yang sadar bergabung, maka akan mendorong perubahan.

    Dengan telah diselenggarakannya acara Green campus movementini diharapkan mahasiswa yang mengikuti dapat memahami dan menyebar luaskan tentang gerakan peduli lingkungan agar berdampak lebih luas kedepannya.

  • Fakultas Peternakan IPB University Gelar Workshop Implementasi Problem Based Learning

    Fakultas Peternakan IPB University Gelar Workshop Implementasi Problem Based Learning di Program Studi Sarjana (16/03). Workshop ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu  Direktur Pengembangan Program dan Teknologi Pendidikan Ir. Lien Herlina, M.Sc, Kasubit Pengembangan Pembelajaran, dan Impplementasi PBL masing-masing oleh Prof. Dr. Ir. Yulin Lestari  dari Direktorat Pengembangan Program dan Teknologi Pendidikan serta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknologi Pertanian Dr. Ir. Feri Kusnandar, M.Sc.

    Hadir pula dalam acara tersebut Dekan Fakultas Peternakan Dr. Ir. Idat Galih. Permana, M. Sc.Agr yang dalam sambutannya mengatakan bahwa kita memerlukan sekali pencerahan tentang bagaiman metode pembelajaran PBL. “Setahun ini kita sudah menyusun kurikulum K2020 dan sejak semester awal kemarin kita sudah mengimplementasikan khususnya mulai dari Program PPKU” ujarnya. Lebih lanjut beliau menyampaikan harapannya kepada para dosen dan PLP yang hadir dalam workshop tersebut agar selepas acara ini berlangsung untuk dapat menyiapkan semacam SAP atau RPS dimana nanti ke depan kita sudah bisa mengimplementasikan yang dikawal oleh Prof. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si, selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Peternakan IPB University.

    Pemaparan pertama yaitu Konsep Problem Based Learning (PBL) oleh Ir. Lien Herlina, M.Sc  yang secara singkat apa saja yang sudah dipakai di mata kuliah dengan konsep PBL yang sudah berjalan dari semester yang lalu sudah pakai PBL dengan Project Based Learning(PjBL), Case Study, dan sebagainya.  “PBL itu sebetulnya membutuhkan kreativitas, jadi kalau hanya membaca definisi saja saja sama seluruh dunia juga dalam ilmu pendidikan seperti itu” tegasnya.

    Materi selanjutnya yaitu Implementasi PBL masing-masing disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Yulin Lestari yang memberikan beberapa contoh implementasi PBL berupa presentasi kuliah berupa video, beliau juga menjelaskan mengenai waktu, metode,sasaran serta  tujuan yang didapat oleh mahasiswa dari kegiatan tersebut. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknologi Pertanian Dr. Ir. Feri Kusnandar, M.Sc turut memaparkan implementasi PBL dalam mata kuliah dengan studi kasus yang menarik seputar food industry serta menambahkan keunggulan dari implementasi PBL  “Mahasiswa bisa aktif di kelas karena bobot nilai cukup tinggi, bukan hanya mengandalkan nilai dari UTS dan UAS” jelasnya.

    Tindak lanjut implementasi disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Peternakan IPB University Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si dalam workshop yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini. “Dalam waktu dekat ini kami akan mengajak Departemen, Komdik untuk memilih dulu mata kuliah yang siap untuk melakukan PBL ini dengan beberapa tahapan” ujarnya sebelum mengakhiri acara.

  • Fakultas Peternakan IPB University Jalin Kerjasama dengan GrainPro Philippines Inc.

    Dalam rangka kolaborasi yang meliputi penelitian, pengajaran dan publikasi, Fakultas Peternakan IPB University tandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan GrainPro Philippines Inc.  Penandatanganan MoA dilakukan oleh Dekan Fakultas Peternakan Dr. Ir. Idat Galih. Permana, M. Sc.Agr dan Engr. Ma. Theresa A. Enriquez Division Manager for Asia Pacific

    GRAINPRO PHILIPPINES INC.  secara virtual melalui aplikasi zoom meeting pada hari Senin (12/4) kemarin. “GrainPro adalah perusahaan yang bergerak di bidang pasca panen, meliputi penyimpanan komoditas agribisnis seperti biji-bijian, jagung, dedak. Kami ingin membuat perubahan yang besar dari pasca panen pertanian bukan hanya di Asia Tenggara tapi juga di seluruh dunia ” Menurut Doktor Thes Enriquez. Hadir pula dalam acara tersebut perwakilan dari GrainPro Philippines Inc. Allan V. Quintoss, DVM.

    “Ini adalah acara yang penting bagi kita, untuk memperkuat kolaborasi internasional khususnya di bidang penelitian. Kolaborasi ini diprakarsai oleh Prof. Nahrowi yang sedang mengadakan penelitian dan teknologi di industri pabrik pakan” ujar Dekan Fakultas Peternakan IPB Dr. Ir. Idat Galih dalam sambutannya di hadapan para tamu yang hadir pada penandatanganan MoA tersebut.

    Setelah penandatanganan oleh kedua belah pihak, acara dilanjutkan dengan diskusi terkait rencana realisasi kerjasama di bidang Pendidikan, penelitian dan Pengabdian Masyarakar. GrainPro juga bersedia menjadi mitra kerjasama untuk kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk mahasiswa Fakultas Peternakan IPB dan juga kegiatan “Job Training” untuk para lulusan Fapet IPB.

    Pada kesempatan tersebut, perwakilan GrainPro Allan V. Quintoss, DVM juga menyampaikan presentasi tentang Hermetic Technology : Storage Solutions for Sustainable Feedmill and Livestock Industries.  pemaparan disertai gambaran, tujuan dan data-data serta penjelasan mengenai Hermetic Technology yang dihadirkan melalui video.

    Hadir juga dalam penandatanganan MoA ini Global Technical Manager GrainPro wilayah Asia Pasific Dr. Melanie Blanca-Ocreto serta Technical Support Manager Alnor Limbo, serta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si., Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Dr. Sri Suharti, S.Pt., M.Si dan para Kepala Divisi yaitu Prof. Dr. Ir. Nahrowi, M.Sc dan Prof. Dr. Ir. Sumiati, M.Sc dari Fakultas Peternakan IPB University. (Femmy)

  • Fakultas Peternakan IPB University Mengadakan Pelatihan Penulisan Berita Bersama Pimred IPB Today

    Pada Rabu (17/3) kemarin, Fakultas Peternakan IPB University mengadakan Pelatihan Daring Penulisan Berita pada Sosial Media secara online melalui aplikasi zoom. Acara ini menghadirkan Kepala Bagian Humas IPB Siti Nuryati, S.TP, M.Si yang juga Pimpinan Redaksi IPB Today sebagai narasumber.

    Acara ini diselenggarakan untuk para Tenaga Kependidikan dan Dosen di Fakultas Peternakan dan dihadiri pula oleh Dekan Fakultas Peternakan Dr. Ir. Idat Galih. Permana, M. Sc.Agr yang membuka acara sekaligus memberikan sambutan dan apresiasi terhadap kehadiran narasumber dan para peserta. “Selama ini website baik di Fakultas maupun di Departemen sudah dikelola dengan baik, namun demikian masih banyak informasi atau berita belum sepenuhnya mengalir ke website, untuk itu hari ini kita akan sama-sama mendengarkan dari Bu Nur bagaimana kita membuat satu konten pemberitaan” ujar beliau dalam sambutannya.

    Pada kesempatan ini, Siti Nuryati, S.TP, M.Si selaku narasumber memberikan pelatihan secara menarik dengan menghadirkan presentasi yang lengkap serta mudah dipahami oleh para peserta. Beliau juga sangat komunikatif menjelaskan cara membangun rasa percaya diri ketika ada peserta yang bertanya perihal hasil penulisan serta memberikan kiat-kiatnya agar penulis menjadi termotivasi.

    Salah satu peserta yang berasal dari kalangan dosen yaitu Windi Alzahra, S.Pt, M.Sc yang sedang berada di Wageningen University & Research Belanda berbagi kisah inspiratifnya dalam kegiatan penulisan di Web.  “Sebagai Scientist perlu mengkomunikasikan hasil kerja kita tidak hanya di jurnal, tapi juga bahasa populer, bahasa yang bisa diterima oleh masyarakat secara luas” ujarnya

  • Fakultas Peternakan Menyediakan Hewan Kurban 1439H

  • Fakultas Peternakan ramaikan Open House IPB 2015

    Open house IPB kembali digelar dengan mengundang siswa SMA Se-Jabodetabek-Suci (Sukabumi Cianjur)  di Graha Widya Wisuda (GWW). Kegiatan ini merupakan acara yang setiap tahunnya digelar oleh Bagian Humas dan Promosi IPB dalam rangka promosi dan sosialisasi berbagai fakultas yang ada di IPB.

  • Fapet dan FLPI Gelar Pelatihan Pengolahan Daging Saat Pandemi

    Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University bersama dengan Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) mengadakan pelatihan, Selasa (4/5), secara daring. Pelatihan ini merupakan sesi kedua yang digelar. Kali ini membahas tentang pengolahan daging yang sehat dan berkualitas di masa pandemi COVID-19.

    Hadir sebagai pembicara, Dr Tuti Suryati, dosen IPB University dari Fakultas Peternakan. Fokus pelatihan sesi kedua adalah terkait pengolahan daging setelah sebelumnya membahas tentang penanganan daging. Hari sebelumnya, seminar diisi oleh Dr drh Denny Widaya Lukman, pakar higiene pangan dan kesehatan masyarakat veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, IPB University yang membahas tentang penanganan daging yang sehat di masa pandemi COVID-19.

    Pada kesempatan ini, Dr Tuti Suryati mengatakan daging memiliki kandungan gizi yang tinggi, memiliki citarasa tinggi dan menunjukkan value dan prestige yang tinggi. Hal ini membuat masyarakat Indonesia gemar mengonsumsi daging. Sehingga penting untuk mengetahui tatacara melakukan pengolahan daging yang sehat dan berkualitas.

    Masa pandemi membuat masyarakat banyak membeli daging untuk disimpan di rumah.  Karena banyak daerah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), akhirnya bahan makanan seperti daging banyak dibeli dan disimpan dalam waktu yang lama. Proses penyimpanan yang kurang tepat membuat daging mengandung senyawa beracun dan berbahaya jika dikonsumsi.

  • Fapet IPB @Get Closer to IPB Season 8

    Fakultas Peternakan turut serta dalam acara “Get Closer to IPB Season 8” pada hari Sabtu-Minggu 7-8 Januari 2017.  Acara yang bertujuan memperkenalkan IPB kepada masyarakat itu diselenggarakan oleh Katalis Corp yang bekerjasama dengan Humas IPB.  Kegiatan Get Closer to IPB (GCTI) Season 8 ini terdiri dari tryout SBMPTN, Tour Campus, Expo Fakultas dan pemaparan seputar kampus oleh Civitas IPB.

    Fakultas Peternakan turut serta dalam expo fakultas. kegiatan yang ada di Stand Expo Fakultas Peternakan melibatkan duta Institut, Fapet ambassador, dan juga beberapa dosen yang hadir dan siap melayani pertanyaan dari peserta GCTI. Selama dua hari, stand expo Fakultas Peternakan mampu melayani ratusan peserta GCTI yang antusias untuk mendapat informasi mengenai Fakultas Peternakan. Selama dua hari, stand expo Fakultas Peternakan mampu melayani ratusan peserta GCTI yang antusias untuk mendapat informasi mengenai Fakultas Peternakan. Stand Fakultas Peternakan menyediakan brosur yang dibagikan kepada seluruh pengunjung stand expo, display produk yang dihasilkan oleh Fakultas Peternakan, pembagian pin, photoboth dan juga pembagian susu secara cuma-cuma.

    Pada akhir kegiatan GCTI tepatnya pukul 16.00, diumumkan pemenang stand expo terbaik oleh panitia penyelenggara. Fakultas Peternakan IPB kembali berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Stand Expo Fakultas Terbaik dalam acara “Get Closer to IPB Season 8”. Selamat kepada tim panitia promosi.

  • Fapet IPB Gelar Pelatihan Asesor Kompetensi Bidang Logistik Peternakan

    Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University bersama dengan Animal Logistics Indonesia-Netherlands (ALIN) mengelar Pelatihan Asesor Kompetensi Bidang Logistik Peternakan di Kampus Dramaga, Bogor (27-30/6). Menurut Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fapet, Dr Rudi Afnan, pelatihan ini sebagai salah satu rangkaian kerjasama ALIN dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Logistik Indonesia yang telah dijalin sejak Desember 2017. 

    Dimulai dengan menyusun dan mengembangkan skema unit kompetensi untuk okupansi supervisor logistik peternakan, pelatihan asesor hingga visitasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi  (BNSP).

    “Kebutuhan asesor kompetensi bidang logistik ini diperlukan oleh Fakultas Peternakan IPB University dalam mendukung program Sarjana Plus Logistik Peternakan. Para lulusan program Sarjana Plus bisa memperoleh sertifikasi kompetensi. Pentingnya sertifikasi kompetensi di bidang logistik peternakan jelas akan mempengaruhi dan memberikan jaminan terhadap pemegangnya ataupun stakeholders,” ujarnya.

    Ia menambahkan, sertifikasi kompetensi merupakan pengakuan terhadap sumberdaya manusia yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan dan dibutuhkan industri peternakan.

    Dr Rudi menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian proses yang wajib dilalui oleh para calon asesor. Setelah pelatihan maka para calon peserta asesor akan mengikuti ujian apakah kompeten sebagai asesor kompetensi. Jika para peserta calon asesor dinilai kompeten maka akan memperoleh sertifikasi sebagai asesor kompetensi bidang logistik peternakan.

    “Pelaksanaan ujian bagi para calon asesor akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2019 di Fakultas Peternakan IPB University. Bagi para peserta yang lulus pada ujian tanggal 6 Juli 2019 akan menjadi asesor bidang kompetensi logistik peternakan,” ujarnya.

    Sementara itu, Uda Sasmita selaku perwakilan manajer sertifikasi dari LSP Logistik Indonesia menyatakan bahwa skema sertifikasi logistik peternakan ini merupakan yang pertama di Indonesia.

    “Skema sertifikasi logistik di bidang manufaktur telah ada, namun untuk logistik di bidang peternakan ini merupakan hal pertama kalinya di Indonesia,” ujarnya.

    Kegiatan diikuti oleh enam peserta dari Fakultas Peternakan IPB University. Pelatihan ini dilatih langsung oleh  dua orang narasumber dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yaitu Ratna D dan Rahmat Sudjali. (ipb.ac.id)

  • Fapet IPB Gelar Seminar Nasional Industri Peternakan

    Seminar Nasional Industri Peternakan (SNIP) 2017 digelar di Auditorium Jannes Humuntal Hutasoit (JHH) Fakultas Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tanggal 29-30 November. Seminar dengan tema ‘Peningkatan Implementasi Inovasi Riset pada Industri Peternakan’ ini terdiri atas plenary session dengan menghadirkan keynote speaker dan invited speakers dari perguruan tinggi, praktisi, dan industri peternakan; paralel presentasi oral, yang diklusterkan dalam empat grup yaitu bidang ternak unggas, ternak perah, ternak pedaging, dan bidang pakan hijaun; serta kunjungan ke industri peternakan PT Sierad Produce, Tbk.

    Ketua Panitia, Dr.agr. Asep Gunawan, mengatakan acara ini diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi antara perguruan tinggi (PT), lembaga penelitian, pemerintah, dan industri peternakan sehingga hasil penelitian yang diperoleh dapat diimplementasikan di industri peternakan.

    Keynote speaker seminar adalah Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, drh. I Ketut Diarmita, MP, Sementara, invited speakers dari perguruan tinggi (PT), lembaga penelitian, dan industri peternakan di antaranya Prof. Dr. Cece Sumantri (IPB), Prof. Dr. Luki Abdullah (IPB), Dr. Meika Syahbana Rusli (PT BLST IPB), Dr. Soeharsono (BALITNAK), Ir. Harianto Budi  (PT. Lembu Jantan Perkasa), dan Dr. Slamet Wuryadi (UKM Quail Farm).

    Seminar nasional ini diikuti oleh berbagai partisipan di antaranya dosen, mahasiswa, peneliti, pelaku industri, pengambil kebijakan, dan masyarakat umum. Sebanyak 61 makalah ilmiah terseleksi dengan 37 makalah berasal dari perguruan tinggi (PT) dan balai penelitian ternak yang terdistribusi di seluruh Indonesia dan 24 makalah dari internal IPB.

    Sebaran pemakalah berdasarkan daerah dan instansinya terdiri atas Sumatera (USU, UNAND, Jambi, Panca Budi Medan); Kalimantan (Universitas Islam Kalimantan, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Halu Oleo); Maluku (BPT Maluku Utara); Papua (Universitas Papua); Jawa Barat (IPB); Jawa Tengah (UNDIP, UNS, Universitas Wijaya Kusuma); Jawa Timur (Universitas Negeri Malang), dan Balai Penelitian (BPT Ciawi dan BPT Maluku Utara).

    Makalah yang terseleksi merupakan makalah yang memiliki acuan hasil riset yang potensial untuk diimplementasikan di masyarakat dan industri peternakan. Makalah tersebut disajikan pada acara SNIP dan akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding.(ipb.ac.id)

  • Fapet IPB mendapatkan Hibah Kandang Tertutup (Closed House) dari PT. Charoen Phokpand Indonesia Tbk

    Fakultas Peternakan IPB mendapatkan hibah kandang tertutup (closed house) dari PT Charoen Phokphand Tbk, dengan  diawali penandatanganan perjanjian kerjasama antara PT. Charoen Phokpand Indonesia Tbk (CPI) dengan Fapet IPB (12/04). Perjanjian kerjasama yang dilakukan berupa Hibah Pendirian Kandang Tertutup (Close House) beserta perlengkapannya untuk ayam broiler di lokasi Laboratorium Lapangan Fapet IPB.

    Hadir dari PT.CPI  Andi Magdalena Siadari SH., MH, yang merupakan Sekjen Charoen Pokphand Foundation Indonesia sebagai penandatangan, dan pihak Fapet IPB dilakukan oleh Dr. Ir. Idat G. Permana, M.Agr.Sc selaku Dekan Fapet IPB.

    Kandang Close house yang akan dibangun dalam rangka pengembangan teaching farm di Fakultas Peternakan IPB ini, seluas 14 m x 85 m dengan kapasitas 20.000 ekor ayam.  Adapun maksud dan tujuan pemberian hibah berdasarkan Perjanjian ini adalah untuk melengkapi sarana belajar mengajar di Fapet IPB dengan fasilitas berupa Kandang, yang akan digunakan sebagai Sarana penelitian dan pengembangan, Sarana praktik budidaya ayam, Media aplikasi ilmu pengetahuan, Arena belajar mengajar dan berbagi pengetahuan teknis, serta dapat digunakan juga sebagai Miniatur dunia usaha

    Andi Magdalena dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberian hibah close house ini diharapkan dapat menjadi sarana praktik budidaya dan usaha peternakan ayam broiler secara komersial serta memungkinkan pengembangan close house yang dapat dijadikan sarana penelitian dan pendidikan.

    Dekan Fapet IPB, menyampaikan harapannya agar Closed House tersebut dapat dimanfaatkan sebagai teaching farm untuk mendukung kegiatan akademik para mahasiswa dan juga dimanfaatkan sebagai usaha komersial untuk menunjang sumber dana program-program pengembangan fakultas.

    Perjanjian kerjasama yang ditandatangai ini mencakup dua hal yaitu Perjanian Pemberian Hibah Kandang dan Perjanjian Pengelolaan Kandang. Setelah ditandatangani kedua perjanjian tersebut, dilanjutkan dengan diskusi dan ramah tamah antara Tim CPI dan Fapet IPB terkait perencanaan realisasinya.

    Hadir juga dalam penandatanganan kerjasama ini Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Irma Isnafia Arief, S.Pt, M.Si., Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Dr. Sri Suharti, S.Pt., M.Si, Ketua dan Sekretaris Departemen serta Dr. Rudi Afnan yang sudah menginisiasi kerjasama tersebut. (Sri Suharti)

  • Fapet IPB menerima kunjungan kerja dari Pansus Pengelolaan Sapi DPRD Bali

    Fakultas Peternakan IPB mendapatkan kunjungan kerja dari Pansus Pengelolaan Sapi DPRD Bali, yang diketuai oleh I Nyoman Parta, SH, pada hari Rabu, 12 Juli 2017. Kunjungan kerja tersebut diterima oleh para profesor dan pakar di bidang peternakan dari Fakultas Peternakan IPB, diantaranya Dr. Ir Rudy Priyanto , Dr. Ir Asnath Maria Fuah, MS, Prof. I Komang G. Wiryawan, Dr. Ir. Asep Sudarman., M.RurSc., Prof. Dr. Dewi A Astuti, Dr. Jakaria, S.Pt, M.Si, dan Dr. Rudi Afnan, S.Pt., MSc. Agr. 

    I Nyoman Parta, selaku ketua Pansus menyampaikan bahwa tujuan pembentukan Perda Pengelolaan Sapi adalah pelestarian dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat peternak sapi. Di satu sisi daging sapi bali bahkan tidak mau diterima oleh hotel-hotel di Bali sendiri. Hal ini sangat ironis dengan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh sapi bali. Menurutnya, sapi bali bisa melahirkan sampai 13 kali dibandingkan sapi luar negeri yang hanya mampu sampai 3 - 4 kali saja melahirkan. "Padahal sapi bali banyak memiliki kelebihan seperti bisa hidup disemua daerah dan dagingnya sangat padat dan empuk," lanjutnya. 

    Para profesor dan pakar IPB menyarankan agar sapi bali diberikan suplemen tambahan untuk menambah kualitas dagingnya. Makanya di Bali perlu juga didirikan atau diadakan pabrik pakan ternak. "Pembibitan sapi bali tidak bisa diserahkan ke petani dan harus diambilalih oleh pemerintah atau pihak swasta," saran salah seorang profesor. Ditambahkan, bibit sapi masih murni harus dijual mahal dengan kualitas yang bagus dan unggul.  Selain itu, Ada 3 hal pokok yang harus diperhatikan dalam pengelolaan sapi yaitu penggemukan, pembiakan dan pembibitan.

  • Fapet IPB mengadakan Training Pengembangan Staf

    Fakultas Peternakan IPB menyelenggarakan training pengembangan staf dengan tema "Metode Pengukuran Pencapaian Karakter Entrepreneurship". Training yang diadakan pada hari Kamis, tanggal 25 Agustus 20016 ini menghadirkan pembicara: Dr. Ir. Aji Hermawan, MM (Kasubdit Akselerasi Inovasi IPB).  Training tersebut diselenggarakan pada pukul 09:00 - 16:00, bertempat di ruang sidang Fakultas Peternakan IPB.

    Training dihadiri oleh staf dosen dari dua departemen yang ada di Fapet IPB, yaitu dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan dan dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan. Training ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam penggunaan metode pengukuran pencapaian karakter entrepreneurship, yang saat ini sangat dibutuhkan. Pengetahuan ini diharapkan dapat digunakan dalam kegiatan pengajaran dengan karakter kewirausahaan di Fakultas Peternakan IPB.

  • Fapet IPB Menggelar ISAI ke-3

    rof. Bastian Kemp., Department of Animal Science, Wageningen University - See more at: http://isai.fapet.ipb.ac.id/Seminar/invited-speakers#sthash.T3Ax2pzp.dpuf

    Fakultas Peternakan IPB kembali menggelar International Seminar on Animal Industry (ISAI). Acara ilmiah yang ditempatkan di IPB International Convention center Bogor ini bertema “Sustainable Animal Production for Better Human Walfare and Environment”. Seminar yang digelar selama dua hari dari tanggal 17 – 18 September ini mendatangkan pembicara dari sejumlah negara, Diantaranya Prof Wayne Pitchford dari University of Adelaide, Prof. Bastian Kemp dari Wageningen University, dan lain lain.

    ISAI adalah forum khusus yang dapat digunakan sebagai ajang pertukaran informasi, pembahasan masalah produksi ternak dan kesempatan untuk menyajikan presentasi ilmiah dan teknis dalam ilmu peternakan. Seminar ini akan menyediakan sarana untuk memperkuat kerjasama antara ilmuwan internasional dan lembaga-lembaga terkait .

    ISAI merupakan pertemuan tiga tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. ISAI pertama diselenggarakan di Bogor pada tahun 2009, seminar kedua diselenggarakan di Jakarta 2012.

  • Fapet IPB menggelar seminar online Tips Bekerja Sehat dan Aman di Masa Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini masih terus berlangsung dan telah banyak menimbulkan dampak serius pada kesehatan dan keselamatan. Sebagian besar kegiatan di Fakultas Peternakan IPB dilakukan secara non tatap muka (work from home/ WHF), tetapi beberapa kegiatan/pekerjaan tetap dilakukan secara tatap muka dan memerlukan kehadiran di tempat kerja (kampus).

    Untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran tenaga kependidikan dan mahasiswa yang bekerja di kampus baik di dalam ruangan, laboratorium, atau lapangan,  Fakultas Peternakan IPB menyelenggarakan acara seminar online dengan tema “Tema : Tips Bekerja Sehat dan Aman di Masa Pandemi Covid-19” (Rabu, 24/02/2021).

    Hadir sebagai narasumber,  dr. Siti Robiah Mubarokah (Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bogor), dan selaku moderator Iyep Komala, S.Pt, M.Si.

    Dr. Siti menyebutkan bahwa Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh coronavirus jenis baru yang penularannya dapat melalui : Droplets atau tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin, kontak pribadi seperti menyentuh dan berjabat tangan, atau menyentuh benda atau permukaan dengan virus di atasnya dan kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata sebelum mencuci tangan.   Beberapa beberapa hal yang patut diwaspadai yang dapat menjadi titik lengah dalam penyebaran Covid-19 diantaranya : kegiatan nongkrong/makan bareng, penggunaan lift (dalam jumlah banyak), Selfie/Foto grup, Rapat/kerja bareng, Asrama, kumpul keluarga besar, dalam satu kendaraan, antrean, dan toilet/tempat wudlu umum. Gejala klinis yang biasanya terjadi adalah, batuk-pilek, demam, letih-lesu, sakit tenggorokan dan gangguan pernapasan. Gejala lainnya yang pernah dilaporkan terjadi adalah : gangguan penciuman, gangguan pengecap, gaal-gatal, sakit kepala, gangguan pencernaan, diare, mual, mudah lelah, sariawan, dan sakit gigi.

    Kabar baiknya, saat ini vaksin Covid-19 sudah tersedia. Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung, dan diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas lagi.

  • Fapet IPB Turut Pelopori Berdirinya Asosiasi Dewan Editor Indonesia

    Fakultas Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor (IPB) turut mempelopori berdirinya organisasi Asosiasi Dewan Editor Indonesia (ADEI). Acara launching Kongres Asosiasi Dewan Editor Indonesia I (ADEI) dilaksanakan di Balai Penelitian Ternak, Bogor (26/1). Peresmian dilakukan oleh Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI, Prof.Sanjuga.

    ADEI akan menjadi perwakilan resmi Council of Asian Science Editors (CASE) di Indonesia dalam mengelola jurnal dan manuskrip. CASE merupakan asosiasi dewan editor jurnal tingkat regional Asia yang berpusat di Korea Selatan, bertujuan meningkatkan kualitas jurnal yang diterbitkan di Asia untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan manusia.

    ADEI adalah organisasi non-pemerintah, non-partisan dan non-profit. Sebagai wadah berkumpulnya para dewan editor jurnal ilmiah nasional di Indonesia. Organisasi ini memiliki visi untuk menjadi organisasi yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni di Indonesia. Organisasi ini memiliki misi untuk meningkatkan kualitas dan keterbacaan jurnal Indonesia, serta mempromosikan ke tingkat internasional.

    Ketua ADEI yang juga Guru Besar Fapet IPB, Prof. Dr. Komang G Wiryawan, menyampaikan terbentuknya ADEI diharapkan dapat mewadahi kerja sama, komunikasi dan informasi antar anggota maupun organisasi profesi lain pada tingkat nasional, regional dan internasional. Selain itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas jurnal ilmiah Indonesia dengan berbagi informasi dan konsultasi tentang editing dan publikasi; melakukan pembinaan guna menjaga kualitas jurnal ilmiah di Indonesia; mengupayakan keterbacaan jurnal Indonesia di tingkat nasional, regional dan internasional.

    “ADEI akan menjadi tuan rumah untuk kegiatan The 5th Asian Science Editor Conference and Workshop bekerja sama dengan Asia Pacific Association of Medical Journal Editors (APAME) pada tanggal 18-19 Juli 2018. Akan dihadiri oleh sekira 250 peserta dari Dewan Editor di Asia Pasifik. Kami berharap ADEI dapat menjadi mitra pemerintah dan ke depan hasil kongres dapat menjadi pondasi yang baik,” ujar Prof Komang.

    Peserta kongres merupakan perwakilan editor di bawah naungan perguruan tinggi, himpunan dan asosiasi profesi, badan litbang pertanian, badan litbang kesehatan, dan LIPI yang berasal dari berbagai bidang ilmu, antara lain kesehatan, pertanian, teknik, bahasa, seni, budaya dan lain-lain yang jumlahnya 60 jurnal baik dari Jawa maupun luar Jawa.

    Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Kajian Strategis IPB, Prof. Dr. Hermanto Siregar menyampaikan dukungan IPB terhadap organisasi ini. Sementara, Kepala Pusat Litbang Peternakan (Puslitbangnak), Dr. Atien Priyanti Sudarjo Putri menyambut gembira adanya ADEI. “Sebagai peneliti, saya bergembira dan sangat bangga, kantor Puslitbangnak akan tercatat dalam sejarah sebagai tempat kongres pertama ADEI,” ujarnya.(ipb.ac.id)

  • Fapet IPB University dan FLPI Bahas Rantai Dingin Produk Peternakan

    Fakultas Peternakan IPB University kembali mengadakan pelatihan daring bisnis rantai pasok peternakan. Kegiatan yang dilaksanakan pada 21/5 ini bekerjasama dengan Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI). Pelatihan ini merupakan seri kedua yang digelar dan didukung oleh Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI). Kali ini membahas tentang manajemen rantai dingin produk peternakan (cold chain system).

    Hadir sebagai pembicara, Irene Natasha, praktisi di bidang manajemen produk khususnya rantai dingin produk dari ARPI. Irene adalah Direktur Komersil dan Operasional di PT Adib Cold Logistics. Hari sebelumnya pelatihan diisi oleh Dr Epi Taufik, dosen IPB University yang merupakan pakar teknologi hasil ternak dari Fakultas Peternakan (Fapet) dengan bahasan konsep rantai dingin produk peternakan.  

    Kegiatan dibuka oleh Zaenab selaku moderator kegiatan. Menurutnya, di tengah masa pandemi ini Fapet akan rutin melakukan kegiatan. Salah satu agenda yang akan dilakukan secara rutin adalah pelatihan dan diskusi online bersama FLPI.

    Pelatihan dilakukan dengan metode diskusi dimana peserta bebas untuk bertanya dan membahas materi selama waktu pelatihan. Materi yang dibahas adalah pengetahuan umum terkait cold chain system, jenis-jenis gudang penyimpanan, dan metode inventaris produk. Selain itu juga dibahas materi tentang sistem manajemen warehouse, peralatan gudang berpendingin, dan jaringan distribusi.

    Irene menyebutkan bahwa bisnis rantai dingin produk mulai berkembang di masa pandemi. Hal ini dampak dari penurunan permintaan produk pangan, sehingga produk harus disimpan agar kualitasnya bisa lebih tahan lama. Salah satu solusi penanganannya adalah menerapkan manjemen rantai dingin untuk produk-produk pangan.

    “Potensi peningkatan kebutuhan cold chain di Indonesia meningkat di masa pandemi. Pemerintah berusaha menjaga pasar pertanian agar stok pangan tetap terjaga. Selain itu produk unggas dan daging sapi juga memerlukan penanganan produk agar bisa tahan lama di penyimpanan. Sektor perikanan juga memerlukan peningkatan jasa rantai pendingin,” tambah Irene.

    Menurutnya, saat ini di Indonesia paling banyak memakai jenis moda transportasi jalur darat dan laut dalam jasa cold chain logistic. Jalur udara fasilitasnya masih belum optimal, khususnya saat proses pemindahan barang di bandara. Meskipun begitu pemerintah sudah menjamin mobilitas dari moda logistik pangan tidak dibatasi selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    “Tujuan utama manajemen logistik rantai dingin adalah agar produk bisa terjaga kualitasnya hingga ke tangan konsumen. Di tengah pandemi, ketersediaan pangan harus tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.

    Diskusi berjalan dengan baik, peserta antusias merespon materi yang disampaikan dalam bentuk presentasi tulisan, gambar dan vidio. Beberapa pertanyaan yang sering muncul adalah terkait teknis penyimpanan produk di pendingin dan potensi penggunaan jasa cold chain logistic selama masa pandemi (ipb.ac.id)

  • Fapet IPB University dan FLPI Berikan Pelatihan Manajemen Produk Hasil Ternak di Masa Pandemi

    Manajemen produk pangan menjadi hal yang penting di tengah masa pandemi. Pola manajemen dari produksi hingga pemasaran harus disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini. Perlu adanya penyesuaian baru, khususnya produk peternakan seperti daging. Merespon hal ini, Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University mengadakan pelatihan daring untuk membahas manajemen produk peternakan di tengah masa pandemi. Kegiatan webinar bertajuk “Manajemen Rantai Pasok Produk Hasil Ternak di Masa Pandemi COVID-19” (20/5) melalui aplikasi Zoom ini terselenggara berkat kerjasama dengan Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI). Forum ini merupakan perkumpulan dari praktisi dan akademisi yang bergerak di bidang manajemen dan logistik peternakan.

    Dalam sambutannya, Prof Luki Abdullah, selaku Ketua FLPI sekaligus pakar dan dosen Fapet IPB University, makanan dengan sajian awet, jauh lebih memiliki nilai fungsional yang tinggi dalam situsi pandemi. Sehingga pola rantai pasok komoditas peternakan harus ikut menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

    “Dalam empat hingga lima bulan ke depan, kita akan mengalami perubahan dalam food system khususnya di bidang peternakan. Hal ini untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia. Atas nama FLPI saya ucapkan terimakasih telah meluangkan waktu dan selamat berdiskusi,” tambah Prof Luki, sekaligus membuka kegiatan pelatihan.

    Hadir sebagai pemateri adalah Dr Epi Taufik, dosen IPB University yang merupakan pakar Teknologi Hasil Ternak dari Fapet. Dr Epi membahas tentang logistik rantai dingin produk hasil ternak. Pada awal diskusi, materi yang disampaikan adalah terkait isu pangan di masa pandemi.

    Menurutnya isu penting dalam industri pangan dan rantai pasok pangan akibat pandemi adalah masalah ketahanan pangan dan keamanan pangan. Masyarakat harus melindungi dirinya agar imunitas dan kesehatan tubuhnya terjaga dengan mengkonsumsi makanan yang cukup. Dalam hal ini pemerintah harus menjamin pasokan pangan tetap mengalir.

    “Pasokan pangan harus berjalan dengan memprioritaskan jaminan, agar semua pihak yang terlibat dalam produksi dan distribusi pangan serta produknya dapat tetap berjalan. Hal ini harus ditunjang dengan kesehatan dan keamanan setiap stakeholder terlindungi,” lanjut Dr Epi.

    Pelatihan dibagi dalam dua sesi utama, yaitu penyampaian materi dan diskusi tanya jawab bersama peserta. Pada sesi kedua, peserta antusias menanyakan berbagai hal pada pemateri. Masalah operasional dan gangguan akibat COVID-19 pada rantai pasok makanan menjadi topik yang banyak didiskusikan.

    Dr Epi kembali menjelaskan bahwa masalah pergudangan, terutama barang yang menumpuk di gudang adalah hal serius yang terjadi. Selain itu banyak bahan baku yang dipasok dari luar negeri, saat akses dibatasi, sulit untuk mendapatkan bahan baku. Hal ini menyebabkan rantai pasok terganggu.

    Di akhir diskusi Dr Epi berpesan bahwa dalam situasi ini semua pihak harus bahu membahu untuk menemukan pendekatan dan solusi yang tepat. Tantangan sistem pasok di era normal yang baru membutuhkan tekonologi dan inovasi. Hal ini adalah tugas semua pihak bukan hanya satu atau dua pihak saja (ipb.ac.id)

  • Fapet IPB University dan HANTER IPB University Kompak Berikan Donasi bagi Mahasiswa

    Himpunan Alumni Fakultas Peternakan (HANTER) IPB University melalui Divisi Humas, Sosial dan Beasiswa setiap tahunnya memberikan donasi berupa sembako gratis untuk tenaga kependidikan (tendik) Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University dan donasi kepada anak yatim. Tidak hanya itu HANTER IPB University juga memberikan bantuan berupa beasiswa dan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan bagi mahasiswa Fapet IPB University.

    Dalam kondisi wabah COVID-19 ini, HANTER IPB University tetap memberikan donasi untuk mahasiswa Fapet IPB University yang karena kendala tertentu tidak bisa pulang ke kampung halaman saat IPB menerapkan partially closed down.  Donasi dikumpulkan atas kerjasama antara HANTER IPB University dan Fapet IPB
     University.

    Paket donasi diberikan kepada 110 mahasiswa Sarjana (S1) dan 50 mahasiswa Pascasarjana (S2). Tidak hanya itu, donasi juga diberikan kepada staf keamanan di lingkungan IPB University dan tenaga keamanan di komplek perumahan yang lokasinya tak jauh dari kampus Dramaga seperti kompleks Perumahan Dramaga Cantik.

Tips & Kegiatan Selama WFH