News

  • Peduli Pakan Ternak, Mahasiswa IPB University Tanam 2000 Tanaman Pakan dan Pelatihan Pengawetan Pakan

    Sebanyak 20 mahasiswa Fakultas Peternakan IPB University yang juga sebagai penerima beasiswa Japfa Foundation atau disebut Japfa Foundation Scholarship Club (JFSC) menggelar program pengabdian kepada masyarakat di desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Bogor, tepatnya di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Neglasari, Sabtu (7/12).
    Dr Moch Sriduresta S, SPt, MSc, dosen Fakultas Peternakan IPB University, menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan metode untuk mendekatkan diri agar mahasiswa dapat belajar langsung di lapangan kepada para peternak dari hulu sampai hilir. Tempat pengabdiannya dipilih di Desa Neglasari karena didukung komoditas domba sehingga kita dapat memanfaatkan produk hasil ikutan seperti wool.

    Kegiatan pengabdian yang dilakukan yaitu penanaman 1600 bibit Indigofera dan 400 tanaman odot sebagai sumber pakan ternak. Tanaman indigofera dipilih karena tanaman tersebut merupakan hijauan ternak jenis leguminosa yang berasal dari Papua dan memiliki nutrisi yang tinggi bagi ternak. Kelebihan lain dari tanaman indigofera adalah memiliki produktivitas yang tinggi, mudah ditanam dan dapat bertahan baik dalam kondisi kering maupun basah.
    Sedangkan tanaman odot adalah salah satu varietas rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang memiliki keunggulan produksi tinggi, apalagi pada saat musim hujan batang rumput lebih lunak, sehingga daya suka kambing atau domba bertambah. Selain itu kandungan nutrisi yang tinggi seperti protein kasar rumput odot sebesar 12-14% bahkan ada yang mencapai 17%, kemudian tingkat kecernaan juga tinggi yaitu berkisar 65-67%.

  • Pelatihan “Logistik Rantai Dingin pada Produk Daging” 27-28 Agustus 2019

    Pelatihan logistik rantai dingin pada produk daging diselenggarakan oleh Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) yang diinisiasi oleh Fakultas Peternakan IPB. Kegiatan ini juga didukung oleh Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia(ARPI). Pelatihan diadakan untuk kedua kalinya di tahun 2019 yang berlangsung selama dua hari pada 27-28 Agustus 2019. Pada hari pertama kegiatan dilaksanakan di Fakultas Peternakan IPB. Kegiatan pelatihan dibuka oleh Prof.Sumiati selaku Plh.Dekan Fakultas Peternakan IPB.

     

     

    Materi pelatihan sesi pertama disampaikan oleh Ibu Irene Natasha selaku Direktur Komersial dan Operasional PT Adib Cold Logistics beserta tim tentang logistik rantai dingi n produk daging di Indonesia. Sesi kedua disampaikan oleh Prof Irma Isnafia selaku Ketua Departemen IPTP Fakultas Peternakan IPB tentang manajemen rantai pasok daging sapi dan unggas. Sesi ketiga disampaikan oleh Bapak Raden Didiet Rachmat Hidayat selaku peneliti dan praktisi ilmu transportasi dan logistik Trisakti tentang penerapan halal logistik pada rantai dingin.

    Pada hari kedua para peserta pelatihan mengunjungi cold storage milik PT Adib Cold Logistics di kawasan Narogong, Bekasi. Kegiatan kunjungan diikuti penuh swmangat dan antusias para peserta dari kalangan bisnis, akademisi, pemerintah dan komunitas peternak dari berbagai wilayah Indonesia, antara lain Medan, Pekanbaru, Indramayu dan Jabodetabek. Kegiatan ini juga didukung oleh media partner Majalah Infovet, Foodreview dan Agropustaka.

  • Pelatihan “Manajemen dan Sistem Penjaminan Mutu RPH Unggas serta Kunjungan ke RPH Unggas PT Ciomas Adisatwa"

    Bogor(18/11), Fakultas Peternakan IPB bekerjasama dengan FLPI menyelenggarakan Pelatihan "Manajemen dan Sistem Penjaminan Mutu RPH Unggas serta Kunjungan ke RPH Unggas PT Ciomas Adisatwa (JAPFA)". Kegiatan berlangsung selama dua hari , mulai tanggal 17-18 Januari 2019.

    Pelatihan hari pertama pada tanggal 17 Januari 2019 dilaksanakan di ruang sidang Fakultas Peternakan IPB. Kegiatan diawali dengan materi "Manajemen RPH Unggas yang Berdayasaing" yang disampaikan oleh Dr.Ir. Niken Ulupi, M.Si ,dosen Departemen Iptp Fapet Ipb. Materi kedua mengenai "Sanitasi Higiene dan Sertifikasi NKV" yang disampaikan oleh drh.Ira Firgorita selaku Kepala Subdit Higiene Sanitasi dan Penerapan, Kesmavet Ditjen PKH. Materi ketiga tentang "Teknik Pemotongan Halal dan Sertifikasi Halal" disampaikan oleh drh.Supratikno,MPaVET dari Halal Science Center IPB. Materi keempat mengenai " Rantai Dingin di RPHU" disampaikan oleh Ir.Hasanuddin Yasni, MM selaku ketua Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI).

    Kegiatan pelatihan kedua pada tanggal 18 Januari 2019 berupa kunjungan ke RPH Unggas PT Ciomas Adisatwa (JAPFA). Peserta pelatihan dibagi dua kelompok secara bergantian untuk memperoleh materi di kelas dan melihat secara langsung praktek terkait manajemen dan sistem penjaminan mutu RPH Unggas di PT Ciomas Adisatwa, Parung-Bogor. Materi didalam ruang kelas disampaikan oleh Galih Gumilar,ST selaku Quality Control Head di RPHU tersebut.

    Kegiatan pelatihan diikuti oleh 14 peserta yang penuh antusias dan semangat. Mereka berasal dari kalangan bisnis ( PT.Cibadak Indah Sari Farm, PT Intan Sinar Abadi, RPA Nusantara, PT Sucofindo), akademisi (STIE Pelita Bangsa), pemerintah (Dinas Peternakan Provinsi NTT, LPPOM MUI Kota Bogor) dan perseorangan. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan dan kerjasama yang baik dengan PT Ciomas Adisatwa (JAPFA)-Parung dan media partner antara lain Majalah Poultry Indonesia, Livestockreview.com dan Agropustaka. (flpi-alin.net)

  • Pelatihan Analisis SWOT Fapet IPB

    Setelah sukses melaksanakan pelatihan pelatihan ISO 9001:2015 dalam rangka mewujudkan pelayanan akademik berkulitas tinggi yang berstandar internasional, Fakultas Peternakan IPB melanjutkan sesi pelatihan ISO, pada hari Senin, 7 November 2016. Adapun tema Kegiatan pelatihan kali ini adalah analisis SWOT tentang pelayanan akademik dalam rangka penyusunan dokumen ISO 9001:2015. Trainer yang diundang kali ini adalah Ir. M. Agus Setiana, MS, salah satu trainer yang sering melakukan pelatihan di tingkat nasional. Training diikuti oleh dihadiri oleh Staf pengajar dari Departemen IPTP dan INTP dan tenaga kependidikan dari fakultas dan departemen. Pelatihan diadakan di ruang sidang Fakultas Peternakan, dimulai pada pukul 09:00, dengan dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Peternakan IPB.

    Kegiatan pelatihan ini diadakan mendapatkan pengetahuan cara menganalisis strategi dengan cara memfokuskan perhatian pada kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang merupakan hal yang kritis bagi keberhasilan Fapet IPB. Perlunya identifikasi peluang dan ancaman yang dihadapi serta kekutan dan kelemahan yang dimiliki organisasi melalui telaah terhadap lingkungan dan potensi sumber daya Fapet IPB dalam menetapkan sasaran dan merumuskan strategi organisasi yang realistis dalam mewujudkan misi dan visinya.

  • Pelatihan Capacity Building and Leadership Development bagi mahasiswa Fakultas Peternakan

    Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Peternakan IPB menggelar Capacity Building and Leadership Development bagi mahasiswa Fakultas Peternakan (Sabtu, 14 Desember 2019). Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari seratus mahasiswa ini ini berlokasi di Kebun Raya Bogor. Peserta kegiatan berasal dari lembaga kemahasiswaan di lingkungan Fapet IPB seperti : Himasiter, Himaproter, DPM, BEM, dan lain lain.

    Kegiatan pelatihan  dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama, dan Pengembangan Dr. Rudi Afnan,  Dr. Rudi berharap agar pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan, sikap, dan perilaku.

    bertindak sebagai trainer, Iyep Komala, S.Pt, M.Si dan tim memberikan materi pelatihan berupa games dan diskusi yang bertujuan untuk mengasah kemampuan berkomunikasi, motivasi diri, kemampuan problem solving, kreativitas, dan kepemimpinan. Setiap selesai mengikuti sebuah permainan, dijelaskan megenai tujuan dan manfaat yang terdapat dalam permainan tersebut. Banyak hal yang dapat diambil dari permainan yang diberikan untuk pengembangan kapasitas sumberdaya, baik untuk individu maupun organisasi.

    Kegiatan pelatihan Capacity Building adalah sebuah sarana pelatihan ’edukreasi’ (edukasi sekaligus rekreasi ) yang sangat dinamis, interaktif dan menyenangkan yang dilakukan melalui berbagai aktivitas yang menarik.  Capacity Building dapat diartikan sebagai proses meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan (skills), sikap (attitude) dan perilaku (behaviour) dari mahasiswa. Melalui pelatihan ini, mahasiswa  diajak untuk mengikuti proses pembinaan diri yang terpadu, sistematik dan tepat yang dapat diimplementasikan dalam aktivitas sehari hari.

    Melalui Pelatihan Capacity Building  and Leadership Development ini, diharapkan kualitas anggota lembaga kemahasiswaan di Fapet dapat lebih baik, serta menciptakan kondisi lingkungan yang dibutuhkan oleh organisasi agar dapat berjalan dengan baik.

     

     

  • Pelatihan dan Uji Kompetensi Bidang Pemotongan Daging (Butcher) Level Junior Batch 2

    FLPI bekerjasama dengan Fapet IPB, BBPKH Cinagara, LSP-PI , BNSP menyelenggarakan Pelatihan Dan Sertifikasi Kompetensi Bidang Pemotongan Daging (Butcher) Level Junior Sesuai SKKNI – Batch 2 yang berlangsung mulai dari tanggal 03 s.d. 09 Februari 2020.

    Pelatihan diikuti oleh 6 orang peserta dengan latar belakang dari Rumah Potong Hewan milik swasta dan Pemerintah Daerah. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan di di Laboratorium Ruminansia Besar dan RPH Fakultas Peternakan IPB. Selama kegiatan pelatihan peserta mendapatkan informasi mengenai titik kritis yang dapat mempengaruhi kualitas daging, pengemasan dan penyimpanan daging yang sesuai standar dan juga bagaimana jenis potongan daging yang memenuhi kualifikasi standar internasional. Keseluruhan materi yang diberikan sudah sesuai dengan SKKNI Sektor Peternakan Bidang Pemotongan Daging (Butcher).

    Hal ini nantinya diharapkan dapat mendorong pengusaha lokal untuk dapat memenuhi permintaan kualifikasi produk daging baik di dalam maupun di luar negeri, jelas Prof Luki Abdullah selaku Ketua FLPI saat pembukaan pelatihan. Kegiatan juga dihadiri oleh Prof. Sumiati selaku Dekan Fakultas Peternakan IPB yang sangat mendorong kolaborasi kegiatan seperti ini yang melibatkan multistakeholder dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM. (flpi-alin.net)

  • Pelatihan Editor dan Reviewer Media Peternakan

     

    Kegiatan Pelatihan Editor dan Reviewer Media Peternakan dilaksanakan di Fakultas Peternakan IPB pada 9 – 10 Februari 2017. Kegiatan ini dilakukan oleh Fakultas Peternakan bersama Animal Logistics Indonesia Netherlands (ALIN) dan Media Peternakan. Kegiatan ini diikuti oleh para editor dan reviewer Media Peternakan yang ada di Indonesia. Materi diberikan oleh Prof. Jong Kyu HA (Chief Editor Asian-Australian Journal of Animal Sciences, AJAS), Dr. Simon Oosting (Editorial Board, Animal Journal), Dr. Roel Bosma (Wageningen University of Research, Belanda), dan Dr. Lorna Calumpang (Konsorsium MSM). Saat ini Media Peternakan merupakan salah satu Jurnal Internasional dari Indonesia yang sudah ter-index SCOPUS. Melalui training ini, Media Peternakan berharap agar kualitas Jurnal dapat terus meningkat dan dikenal secara global.

  • Pelatihan Formulasi Ransum untuk Pakan Ternak

    Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak (HIMASITER) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan ‘Pelatihan Formulasi Ransum untuk Pakan Ternak’ (16-17/9). Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari perwakilan Kementerian Pertanian, para peternak dari berbagai daerah di Indonesia, dan formulator dari PT Ultra Peternakan Bandung Selatan (UPBS) Pangalengan.

    Guru Besar Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) Fakultas Peternakan (Fapet) IPB, Prof. Dr. Nahrowi sebagai salah satu pemateri dalam Feed Formulation Training mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting, khususnya bagi industri pakan ternak di Indonesia.

  • Pelatihan Karya Ilmiah Berbasis Meta Analisis

     

    Pendaftaran : bit.ly/form_meta_analisis

     

     

  • Pelatihan Manajemen Produksi dan Logistik Lebah Madu Tropika

    Bogor-FLPI yang diinisiasi oleh Fakultas Peternakan IPB mengadakan pelatihan manajemen produksi dan logistik lebah madu tropika pada tanggal 08-09 Oktober 2019. Kegiatan pelatihan dilaksanakan atas kerjasama FLPI dengan Tim Divisi NRSH Depertemen IPTP,Fakultas Peternakan IPB.

    Kegiatan pelatihan dibuka oleh Prof Luki Abdullah, MScAgr selaku Chairman FLPI. Hari pertama pelatihan dilaksanakan di Ruang Sidang Departemen Iptp Fapet Ipb berupa penyampaian materi dari 5 orang pakar dari akademisi, praktisi dan komunitas peternak. Prof Asnath M Fuah dari Departemen Iptp Fapet Ipb menyampaikan materi tentang potensi dan prospek lebah madu di Indonesia yang masih terbuka luas. Drs. Kuntadi, MSc dari Asosiasi Perlebahan Indonesia menyampaikan materi tentang teori dan praktek perlebahan di Indonesia. Prof. Dr. Ir. Mochammad Junus, MS dari Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya menyampaikan materi tentang Logistik Lebah Madu di Indonesia.

    Para peserta juga mendapatkan penjelasan tentang karakteristik madu dan praktek menguji kualitas madu. Materi ini disampaikan oleh Dr.Yuni Cahya Endrawati dari Fakultas Peternakan IPB. Analisis bisnis produk lebah madu disampaikan oleh Eureka Indra Zatnika, SPt sebagai alumni Fakultas Peternakan IPB yang saat ini menjadi peternak madu.

    Pada hari kedua pelatihan dilaksanakan di Peternakan Madu Pak Lebah milik Eureka Indra Zatnika, SPt. Peserta mendapatkan pengalaman praktek cara panen madu dan budidaya lebah madu. Para peserta yang berasal dari akademisi, bisnis dan komunitas dari berbagai wilayah nusantara sangat antusias untuk mempraktekkan ternak lebah. Salah satu peserta dari Jayapura setelah mengikuti pelatihan ini sangat berminat untuk mulai praktek berternak lebah madu Meiliferra di Jayapura. Kegiatan ini juga didukung oleh majalah Infovet, Foodreview Indonesia dan agropustaka.id sebagai media partner.

  • Pelatihan Penanganan Daging yang Sehat dan Berkualitas

    Pelatihan Penanganan Daging yang Sehat dan Berkualitas dilaksanakan selama dua hari atas kerjasama FLPI-Fapet IPB-Chef Halal Indonesia- Toko Daging Joinhed. Kegiatan hari pertama pada tgl 29 April 2019 dilaksanakan di Ruang Sidang Fapet IPB. Kegiatan pelatihan dibuka langsung oleh Dr.Rudi Afnan, S.Pt, MSc.Agr selaku Wakil Dekan Fakultas Peternakan IPB. Sesi pertama pelatihan disampaikan oleh Dr.drh.Denny Widaya Lukman, M.Si tentang sanitasi dan higiene daging beku dan segar. Sesi kedua pelatihan disampaikan oleh Dr.Ir.Henny Nuraini, MSi tentang metode penanganan daging dan teknik klasifikasi pemotongan daging.

    Pada hari kedua pelatihan tanggal 30 April 2019 dilaksanakan kunjungan ke Toko Daging Joinhed (Kalimalang, Jakarta). Kegiatan kunjungan difasilitasi oleh tim Bapak Achmad Hadi selaku pemilik Toko Daging Joinhed. Selain kunjungan, demo cooking halal juga dilaksanakan oleh Chef Halal Indonesia di Toko Daging Joinhed. Teknik pengolahan daging dengan berbagai jenis kualitas daging disampaikan oleh Chef R.Muhammad Suherman selaku Ketua Chef Halal Indonesia.

    Pelatihan diikuti oleh sejumlah peserta multistakeholder antara lain berasal dari RPH Pegirian Surabaya, Universitas Jambi, PT Cianjur Artamakmur, PT Maradeka Karya Semesta, Toko Daging Sedulur 99 Indramayu, PPHNak Ditjen PKH Kementan, PD Dharma Jaya, UD Prima Bro dan perorangan lainnya.

    "Praktek pengolahan daging dan konsep Toko Daging Joinhed yang dipadukan dengan restoran Jepang menjadi inspirasi bagi pengembangan bisnis toko daging kami ke depan", jelas drh.Evia Kirana selaku peserta pelatihan.
    Kegiatan diikuti penuh antusias oleh para peserta. "Bagi saya, dua hari pelatihan ini sangat banyak memberikan ilmu dan pengetahuan baru yang akan saya share ke para mahasiswa", jelas Ibu Dr.Sri Ernita dosen Universitas Jambi salah satu peserta pelatihan. Kegiatan ini juga didukung media partner Majalah Poultry, livestockreview.com, Agro Pustaka

  • Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah

     

    Fakultas Peternakan IPB bersama Animal Logistics Indonesia Netherlands (ALIN) IPB menggelar kegiatan Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah, pada tanggal 6-10 Februari 2017. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang sidang Fakultas Peternakan IPB ini dibuka oleh Dekan Fapet IPB. Hadir sebagai narasumber pada training ini adalah Dr. Roel Bosma (Wageningen University of Research, Belanda), Dr. Simon Oosting (Wageningen University of Research, Belanda), dan Dr. Lorna Calumpang (Konsorsium MSM).

    Training penulisan jurnal ilmiah ini diikuti oleh Peserta sebanyak 25 orang terdiri dari Staf Dosen dan mahasiswa Pascasarjana Fakultas Peternakan. Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias untuk meningkatkan kapasitasnya dalam penulisan jurnal skala internasional. dengan adanya kegiatan ini diharapkan kualitas tulisan yang dimuat dalam jurnal ilmiah akan semakin baik dan berguna untuk masyarakat.

     

  • Peletakan Batu Pertama Pembangunan Broiler Closed House Hibah dari PT. Charoen Pokphand Indonesia untuk Fapet IPB

    Pada hari Kamis tanggal 24 Juni 2021 bertempat di Laboratorium Lapang Blok B Fakultas Peternakan IPB diselenggarakan acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Broiler Closed House yang merupakan hibah dari PT. Charoen Pokphand Indonesia.

    Acara peletakan batu pertama ini dihadiri Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria, SP, MSi, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Dr. Ir Drajat Martianto, M.Sc, Wakil Rektor bidang Inovasi dan Bisnis, Prof. Dr. Ir. Erika B. Laconi, MS, serta Dekan dan wakil Dekan Fakultas Peternakan, Ketua Senat fakultas, Kepala Divisi di lingkungan Fakultas Peternakan IPB. Selain itu, dari PT. Charoen Pokphand hadir Sekretaris Jenderal Charoen Pokphand Foundation Indonesia, Andi Magdalena Siadari SH MH, dan  Head of Human Capitan for Poultry Business, Ir. Syafri Afriansyah MBA serta tim lainnya.

    Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Peternakan, Dr. Ir. Idat Galih Permana, MSc menyampaikan bahwa pembangunan broiler closed house dengan kapasitas 20.000 ekor ini dilengkapi dengan berbagai peralatan dan teknologi modern. Selain untuk tujuan budidaya komersial, kandang ini nantinya dapat digunakan untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dimana mahasiswa diberi kesempatan untuk mengadopsi teknologi modern yang diterapkan di dunia industri.

    Pada sambutannya, Sekjen Charoen Pokphand Foundation Indonesia, Andi Magdalena Siadari, SH, MH juga menyampaikan bahwa hibah ini adalah bentuk program Corporate Sosial Responsibility (CSR) yang mendukung program pemerintah dalam sinergis antara dunia industri dan dunia pendidikan serta sejalan dengan program MBKM. Dengan pembangunan broiler closed house yang berstandar tinggi ini juga akan menambah wawasan mahasiswa terkait updating teknologi budidaya ayam broiler yang ada di industri. Hibah kandang closed house dari Pokphand untuk IPB adalah yang kedua. Pada tahun 2005, PT. CPI juga telah memberikan hibah kandang closed house yang pada saat ini dikelola oleh University Farm

    Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. Charoen Pokphand Indonesia atas hibah kandang closed house ini.  Keberadaan kandang broiler closed house diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam budidaya ayam broiler modern.

    Acara peletakan batu pertama dilaksanakan oleh Rektor IPB, Dekan Fapet IPB, Sekjend Charoen Phokpand Foundation, Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Bisnis, serta Wakil Rektor Bidang pendidikan dan Kemahasiswaan IPB (Femmy)

  • Pembukaan Program Bertani Untuk Negeri 2020 – Japfa Foundation

    Ketahanan pangan yang digadang-gadang oleh pemerintah Indonesia saat ini ternyata memperlihatkan bahwa masih cukup banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi dan diperhatikan di sector tersebut, khususnya dalam usaha regenerasi petani muda yang kelak akan menjadi penerus dalam pengolahan lahan pertanian dengan berbagai inovasi dan teknologi. Namun nyatanya, Badan Pusat Statistik menerbitkan laporan bertajuk Sensus Pertanian 2013 yang menunjukkan adanya penurunan jumlah petani muda di Indonesia pada rentang umur produktif yaitu sebanyak 3.129.644 untuk rentang usia 25-35 tahun dan 229.943 orang untuk rentang usia 15-24 tahun dari total 26.135.469 petani yang terdata di tahun 2013.

    Regenerasi petani di Indonesia diperlukan sebagai langkah modernisasipertanian demi memenuhi kebutuhan pangan yang semakin hari semakin bergerak cepat. Generasi petani muda juga diharapkan dapat bekerja sama dengan petani yang berada di lapangan. Dalam hal ini, JAPFA Foundation meluncurkan program “Bertani untuk Negeri” yang pelaksanaannya telah dimulai pada pertengahan Agustus 2020 dengan jumlah pendaftar sebanyak 466 anak muda dari berbagai universitas negeri dan swasta di Indonesia. Setelah melewati serangkaian seleksi wawancara yang dilaksanakan secara online pada 21 – 28 Agustus 2020, terpilihlah 16 penerima program.

    Pada acara pembukaan program tersebut dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat sebagai utusan Gubernur Jawa Barat, Bapak Jafar Ismail yang turut menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya dari Bapak Ridwan Kamil selaku Gubernur Provinsi Jawa Barat terhadap program ini, menyampaikan pesan ’kita sebagai masyarakat pertanian seharusnya tinggal di desa, penghasilan kota dan berpengetahuan dunia’. 

    JAPFA Foundation merupakan yayasan korporasi yang berdiri pada bulan Maret 2015 dengan visi utama untuk memaksimalkan potensi kaum muda melalui pendidikan agrikultur

  • Pemkab Sigi Gandeng LPPM IPB University Deklarasikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Anutapura

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah Deklarasikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Anutapura, di Kabupaten Sigi di Desa Walatana Kecamatan Dolo Selatan, Agustus lalu. Deklarasi ini dihadiri oleh Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sigi, Iskandar Nongtji, ST, MM. Hadir juga tim LPPM IPB University, Ketua SPR IPB University, Prof  Muladno, Dr Chusnul Choliq, MS, MM dan Danang Aria Nugroho, SE selaku Manager Program Pengabdian kepada Masyarakat IPB University.

     Wakil Kepala LPPM Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Prof Sugeng Heri Suseno mengatakan bahwa deklarasi SPR di Anutapura merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang sangat penting dalam menumbuhkembangkan model peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) Peternakan melalui kegiatan SPR di Kabupaten Sigi. Menurutnya, IPB University siap melayani 24 jam untuk para peternak yang sudah dilantik menjadi anggota SPR.  
     
    “Harapannya peternakan yang tergabung dalam SPR dapat memelihara dan mengembangkan ternaknya menjadi ternak yang gemuk. IPB University mengucapkan terima kasih kepada Pemda Sigi, karena dengan adanya deklarasi SPR ini para peternak menjadi bagian dari keluarga IPB University,” ujarnya.
     
    Sementara itu, Iskandar Nongtji menyampaikan bahwa Pemda membina dan memfasilitasi peternak dengan memberikan bantuan ternak. Inovasi ini merupakan salah satu program terobosan pemerintah daerah yang bertujuan sebagai upaya pengentasan kemiskinan di sektor peternakan dimana sejak tahun 2017 telah memberikan Hibah Bansos ternak kepada kelompok-kelompok tani ternak sebanyak 1000 ekor ternak setiap tahun. Ternak yang diberikan terdiri dari ternak sapi sebanyak 500 ekor, kambing 300 ekor dan babi 200 ekor,” ujarnya.
     
    Harapannya, dengan kegiatan Deklarasi SPR ini dapat menjadi tonggak sejarah kebangkitan peternakan rakyat di Kabupaten Sigi. SPR Anutapura memiliki motto “Mosangu Kita Mombangun Kabelota Singgani”, sehingga peternak dapat manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu dan menyerap pengetahuan mengenai cara budidaya ternak dengan baik dari para pakar-pakar yang ahli di bidang pengolahan dan manajemen peternakan.

    Pada kesempatan tersebut Pemda Kabupaten Sigi menerima bantuan dana peduli bencana sebesar 50 juta rupiah dari LPPM IPB University (ipb.ac.id)

  • Peneliti IPB : Pengangkutan Ayam Menggunakan Truk Terbuka Pengaruhi Kualitas Daging

    Daging ayam broiler merupakan jenis daging yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Pengangkutan ayam broiler biasanya hanya menggunakan keranjang terbuka yang disiram dengan air untuk mengurangi stres panas yang dialami oleh ayam selama pengangkutan. Kesejahteraan ternak dan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan sangat minim diperhatikan. Oleh karena itu, tiga orang peneliti yaitu Ahmad Yani,  Pratama dan R. Afnan dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) Fakultas Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan riset tentang pengaruh perbedaaan transportasi sistem M-CLOVE dengan konvensional terhadap fisiologis ayam broiler.

    Ahmad Yani mengatakan, M-CLOVE merupakan alat angkut ayam dengan sistem transportasi tertutup yang didesain dapat mengantisipasi keadaan yang terjadi saat transportasi, seperti cuaca panas dan dingin. Ketika cuaca panas, kipas akan mengatur kondisi suhu dalam box sehingga panas dapat dikurangi. Modelnya mengadopsi seperti model box, mobil konvensional yang dimodifikasi. Mobil yang digunakan jenis pick up atau sejenisnya.

    Kotak penutup utama dibuat dari bahan papan triplek kayu dengan dimensi 1,35 m x 2,95 m x 1,75 m, memiliki volume tampung 1,30 m x 1,85 m x 1,70 m. Pada bagian atas depan, ukuran penutup dilebihkan ke depan untuk memberikan celah bagi cerobong angin. Akses bongkar muat keranjang ayam terdapat pada bagian samping. Bagian dalam M-CLOVE merupakan tempat utama untuk meletakkan keranjang ayam. Pada bagian ini lokasi penempatan keranjang dibuat menjadi tiga tingkatan. Tingkat pertama dan kedua merupakan tempat pengangkutan ayam yang berisi masing-masing satu buah keranjang ayam. Tingkat terbawah ditempatkan kotak reaktor yang berisi bahan organik sekam padi yang berfungsi menyerap bau dari kotoran ayam. Terdapat ventilasi pada bagian samping dan belakang M- CLOVE sebagai sumber sirkulasi udara. Sementara, pengangkutan ayam konvensional menggunakan keranjang ayam konvensional yang disusun pada mobil pengangkut jenis pick up atau truk. Pengangkutan ini tidak dapat melindungi ayam dari panas maupun hujan, sehingga dapat membuat cekaman stres pada ayam meningkat. Keranjang ayam konvensional berukuran 95 cm x 50 cm x 25 cm.

    Peneliti menggunakan ayam broiler siap panen berumur 30 hari berjumlah 10 ekor jantan dan 10 ekor betina. Masing-masing keranjang diisi ayam broiler sebanyak 5 ekor jantan dan 5 ekor betina. "Pengangkutan dilakukan dengan lama waktu satu jam perjalanan, dan kecepatan kendaraan stabil 40 kilometer per jam," ujarnya. Proses pengangkutan dilakukan kembali pada ayam broiler umur 35 dan 40 hari. Dari percobaannya peneliti ini menjelaskan bahwa rataan suhu dan kelembaban relatif selama proses transportasi pada M- CLOVE lebih rendah dibanding dengan keranjang konvensional. Perbedaan suhu yang terjadi sebesar 1,40C dengan perbedaan kelembaban relatif 2,5 persen. Perbedaan tersebut dikarenakan M-CLOVE memiliki desain tertutup sehingga terlindung dari paparan sinar matahari langsung dan memiliki sirkulasi dengan kipas yang dapat menjaga suhu dan kelembaban relatif konstan.

    Alat angkut keranjang konvensional tidak memiliki perlindungan sama sekali terhadap paparan sinar matahari langsung, sehingga tubuh ayam broiler terpapar panas langsung dari sinar matahari yang akan meningkatkan suhu tubuh ayam broiler. "Pengangkutan menggunakan M-CLOVE dapat mengurangi tingkat stres ayam broiler dilihat dari suhu jengger, shank (kaki bagian bawah), dan rektal yang lebih rendah dibandingkan dengan ayam broiler yang diangkut menggunakan keranjang konvensional. Pelepasan panas lebih tinggi pada bagian shank dibandingkan pada bagian jengger ayam broiler," ujarnya. (bogor.tribunnews.com)





  • Peneliti IPB :Diberi Pelepah Sawit Begini Respon Fisiologi Sapi FH

    Ketersediaan sumber pakan menjadi salah satu kendala yang menghambat pengembangan produksi sapi perah di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan, seperti peningkatan penggunaan lahan hijauan dengan sistem bertingkat, pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber hijauan, dan penyediaan pakan alternatif lain. Hasil samping atau limbah dari kelapa sawit berpotensi menjadi sumber pakan alternatif untuk mengembangkan usaha peternakan.

    Tim peneliti yang terdiri dari Afton Atabany dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (Fapet IPB), A. Ghiardien dari Program Studi Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Sekolah Pascasajana IPB beserta, B. P. Purwanto dari Program Diploma IPB meneliti respon fisiologi sapi Friesian Holstein (FH) laktasi dengan substitusi pakan pelepah sawit dengan jumlah yang berbeda.

    “Pemanfaatan limbah perkebunan sawit menjadi sangat potensial menjadi salah satu alternatif penyedia sumber pakan untuk ternak perah di Indonesia,” tutur Afton.

    Tim ini melakukan percobaannya dengan menggunakan sapi FH laktasi pertama bulan kelima sebanyak empat ekor ternak berumur 24-36 bulan yang berada di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Balai Pembibitan Peternakan, Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Sapi tersebut dipelihara dan diberikan pakan hijauan rumput raja (RR) dan daun pelepah sawit (DPS).  

  • Peneliti IPB Atasi Stres Ayam Broiler dengan Kombinasi Vitamin dan Mineral

    Ayam broiler merupakan jenis ras unggulan yang dihasilkan dari persilangan bangsa-bangsa yang memiliki produktivitas tinggi. Ayam broiler memiliki karakteristik ekonomi dan pertumbuhan

    yang cepat sebagai penghasil daging, konversi ransum rendah, dapat dipotong pada umur muda, dan menghasilkan kualitas daging yang berserat lunak. Kesejahteraan broiler dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan eksternal seperti manajemen pemeliharaan, stres, gizi, kepadatan kandang, ventilasi, intensitas cahaya, dan penyebaran penyakit. Kepadatan kandang juga dapat mempengaruhi kualitas karkas dan konsumsi pakan.

    Stres berupa panas menyebabkan ayam rentan terserang infeksi penyakit yang berasal dari bakteri seperti Escherichia coli dan virus seperti Newcastle disease (ND), yang memberikan pengaruh negatif terhadap produktivitas dan kesehatan yang dapat menimbulkan kematian dan kerugian ekonomis. Upaya mengatasi cekaman panas itu salah satunya adalah dengan penambahan  mineral zinc (Zn) dan vitamin E.

    Dua orang pakar dari Fakultas Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor (IPB), yaitu Rita Mutia dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan dan Asep Gunawan dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, melakukan penelitian pada broiler untuk mengetahui pengaruh penambahan mineral Zn dan vitamin E pada lingkungan tropis. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Oktober 2015 di Laboratorium Lapang (Kandang C) Fapet IPB.

    Penelitian ini dilakukan terhadap 400 ayam broiler yang dibagi ke dalam kandang A sebagai kontrol dan kandang B sebagai perlakuan suhu tropis. Selama 35 hari pemeliharaan, ayam broiler dikondisikan dalam temperatur natural yang fluktuatif sepanjang hari, yakni relatif dingin pada dinihari, cenderung dingin-medium pada pagi hari, relatif panas pada siang hari dan cenderung panas-medium pada sore atau malam hari. Dengan demikian, cekaman panas dialami oleh ayam broiler pada siang hari terutama pada selang waktu pukul 12 siang yang merupakan waktu intensitas matahari paling tinggi dan pukul 14 siang yang merupakan waktu dengan intensitas radiasi gelombang panjang matahari paling tinggi.

    Berdasarkan percobaan tersebut suplementasi vitamin E dan mineral Zn pada ransum ayam broiler terbukti efektif dalam menurunkan stres akibat cekaman panas dari suhu lingkungan. Hal tersebut dibuktikan dengan pemberian vitamin E sebanyak 125 ppm dan mineral Zn 80 ppm mampu meningkatkan bobot akhir dan efisiensi pakan. Efisiensi pakan artinya konsumsi pakan turun, tetapi bobot badannya meningkat dari ayam broiler tersebut. Selain itu, pemberian mineral Zn sebanyak 80 ppm juga mampu menurunkan nilai Malondial dehid (MDA) yaitu produk peroksidasi lemak pada serum darah. Hal tersebut menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dari vitamin E dan mineral Zn. Adanya aktivitas antioksidan dalam tubuh memberikan efek yang baik bagi kesehatan ternak dilihat dari profil darahnya yang normal.(ipb.ac.id)

  • Peneliti IPB Berikan Air Es pada Ternak Puyuh untuk Hindari Stres

    Tim peneliti dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) yang beranggotakan Prof. Dr. Ir. Iman Rahayu HS, MS, Prof. Ir Sumiati, M.Sc, Andoni Reza Nugroho, dan Jonatan Senja melakukan penelitian untuk melihat pengaruh pemberian air minum dengan suhu rendah terhadap tingkat stres pada puyuh. Indikator yang diteliti antara lain produktivitas, kualitas telur, dan profil darah puyuh.

    “Kebutuhan protein hewani ini semakin waktu akan semakin meningkat. Salah satu ternak yang berkontribusi sebagai sumber protein adalah puyuh. Selain dagingnya, puyuh ini juga dimanfaatkan telurnya dan produktivitasnya juga cukup tinggi,” ujar Prof. Iman Rahayu.

    Burung puyuh dapat bertelur sebanyak 200-300 butir per tahun. Produksi telur yang optimum ditentukan oleh tiga faktor, yaitu breeding (pembiakan), feeding(pemberian pakan), dan manajemennya.

    Prof. Iman mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara tropis dengan suhu lingkungan yang cukup tinggi (rata-rata 27.2 °C dengan variasi suhunya berkisar 19.9-35.7 °C) dan kelembaban relatifnya berkisar 50%-91%. Sementara puyuh membutuhkan suhu antara 21-24 °C untuk dapat bereproduksi secara maksimal. Oleh karena itu, puyuh di Indonesia akan mudah terkena cekaman panas yang dapat menyebabkan stres dan juga berpengaruh pada produktivitasnya.

    “Karena puyuh akan banyak minum jika suhu lingkungan tinggi, kami mencoba meneliti pengaruh pemberian minuman dingin atau suhu rendah sebagai salah satu cara alternatif untuk mencegah stres pada puyuh yang disebabkan oleh cekaman panas tersebut,” kata Prof. Iman Rahayu.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tambahan es sebanyak 75% dari volume air minum puyuh (suhu 4°C) memiliki pengaruh yang positif terhadap bobot telur dan persentase putih telur yang dihasilkan. Pemberian tambahan es sebanyak 50% (suhu 8°C) dan 75% dari volume air minum dapat menurunkan stres panas pada puyuh yang mengalami cekaman panas. Selain itu, puyuh yang diberikan air minum dengan tambahan es cenderung lebih toleran terhadap suhu lingkungan yang tinggi (ipb.ac.id)

  • Peneliti IPB Gunakan Bakteri dari Dangke untuk Produksi Susu Fermentasi

    Dangke adalah produk olahan susu tradisional sejenis keju tanpa pemeraman yang dibuat turun temurun oleh masyarakat di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. Proses produksi keju dapat menghasilkan whey yang merupakan produk sampingan (by-product) dari pembuatan keju/dangke. Whey adalah cairan sisa yang dihasilkan setelah pemisahan curd (gumpalan keju) dari proses pembuatan keju. Sebanyak 80 – 90 persen dari volume susu adalah whey dan mengandung sekitar 55 persen dari total nutrisi susu. Whey tersebut belum banyak dimanfaatkan dan seringkali dibuang sebagai limbah, sehingga berpotensi tinggi menyebabkan pencemaran lingkungan.

    Pengembangan pengelolaan whey yang mudah dan murah dalam memanfaatkan sifat gizi dari whey sangat diperlukan sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi whey dan dapat memberi daya tarik bagi industri pengolahan susu

    Oleh karena itu, tiga peneliti dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (Fapet IPB), Epi Taufik, Irma Isnafia Arief dan Setiawan Putra Syah mencoba untuk mengembangkan produk minuman whey fermentasi dengan memanfaatkan bakteri asal dangke.

    “Dangke secara alami mengandung bakteri asam laktat indigenus (BAL indigenus). Isolasi BAL indigenus dari dangke dilakukan untuk mendapatkan kultur BAL yang dapat digunakan sebagai starter (kultur mikroba) untuk pembuatan minuman whey fermentasi. Pada penelitian ini, isolasi BAL indigenus asal dangke telah dilakukan dan telah dikarakterisasi secara molekuler,” tutur Setiawan.

Tips & Kegiatan Selama WFH