News

Fakultas Peternakan IPB University melaksanakan Kuliah Pembekalan KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik) bagi seluruh mahasiswa semester 6 yang mengikuti program KKN  secara daring, (21/5).

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Peternakan, IPB University Dr. Idat Galih Permana berharap pada tahun ini peserta bisa betul-betul tune in di lapangan. “KKN merupakan pendidikan di luar kampus (Program MBKM) dan kesempatan besar berinteraksi dengan masyarakat. Suasana KKN dihadapkan dengan masyarakat sesungguhnya, permasalahan real di lapangan. Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan program di masyarakat. Ekspektasi masyarakat sangat tinggi terhadap mahasiswa KKN” jelasnya.

Dekan Fapet juga mengungkapkan pada tahun ini khususnya dalam sektor peternakan, wabah PMK  (Penyakit Mulut dan Kuku) sudah menyebar dan menjadi concern kita sebagai insan peternakan. “Masyarakat saat ini masih panik, baik masyarakat umum maupun peternak. Bagaimana peran mahasiswa ketika ternak sakit, begitu pula dengan produk susu. Mahasiswa harus memahami bagaimana penyakit ini, jangan sampai karena takut PMK, jadi tidak mengkonsumsi produk ternak, tapi jangan abai juga” ujarnya. Lebih lanjut juga ia beresan kepada para mahasiswa untuk melakukan  kegiatan ini dengan senang dan bahagia dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menjalankan program .

Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University,  Dr. drh. Sri Murtini, hadir sebagai narasumber dan memberikan kuliah mengenai pengetahuan tentang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dalam paparannya, Dr. Sri menjelaskan sangat penting bagi mahasiswa yang akan KKN untuk menenangkan masyarakat terutama peternak. Mahasiswa biasanya jadi tempat bertanya. “Penting untuk mahasiswa mendapat informasi yang tepat agar tidak terjadi distorsi berita. PMK menyebabkan kerugian ekonomi tidak hanya untuk peternak, tapi juga untuk petani (terkait pakan/rumput). Kerugian pada hewan langsung bisa berakibat menurunnya produktivitas, karena hewannya tidak mau makan” jelasnya.

Selanjutnya materi pertama seputar peternakan disampaikan oleh Dr. Epi Taufik, S.Pt, MVPH, M.Si. perihal aspek teknologi hasil ternak dan keamanan produk hasil ternak disaat wabah PMK “Hal terpenting untuk daging dan olahannya adalah harus selalu mengikuti instruksi penanganan. Daging dan produksi susu pasteurisasi dari hewan dengan PMK aman dikonsumsi” ungkap dosen di Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi (IPTP) Fapet ini.

Selain seputar PMK, mahasiswa juga mendapat materi lain seputar peternakan yang tidak kalah menarik. Materi tersebut antara lain mengenai Penerapan Teknologi Pakan dan Nutrisi Ternak di Lokasi KKN oleh Prof. Asep Sudarman.  Selain itu ada juga materi mengenai Produksi dan Manajemen Pemeliharaan Ternak yang disampaikan oleh M. Baihaqi, M.Sc yang memberikan pencerahan kepada mahasiswa seputar hoax-hoax di masyarakat misalnya daging domba atau kambing mempunyai kolesterol yang tinggi serta menyebabkan darah tinggi.

Materi terakhir terkait laporan pelaksanaan KKN, menghadirkan Kabag IPB TV,  Dr. Dwi Retno Hapsari, SP, M.Si. mengenai Teknik Menulis Berita Populer. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif kepada para mahasiswa peserta kuliah pembekalan. ‘’Saat ini berita banyak dikemas lebih ke aspek entertainment dan punya peluang di Fapet. Banyak sekali konten mengenai peternakan yang dari tayangan banyak mengadopsi dari media-media besar, setidaknya yang sering mengutip kita adalah Kompas” jelasnya. Secara pembahasan, Retno yang juga merupakan dosen di Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB ini menyampaikan pengenalan pengertian berita populer, tips menulis, mendapat ide serta memilih foto. (Femmy)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), IPB University mengembangkan program Dosen Pulang Kampung (Dos Pulkam). Dua dosen yang telah melaksanakan kegiatan ini adalah Prof Yuli Retnani dan Prof Iman Rahayu, Guru Besar Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University. Selain itu, Sazli Tutur Risyahadi STP, MT, MSi, dosen di Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) IPB University juga ikut mendampingi.

Inovator wafer pakan domba ini kembali ke kampung halamannya untuk mengajari santri di di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Surowiti dan SMK Muhammadiyah 5 Gresik untuk memproduksi wafer tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas kambing di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Surowiti sekaligus sebagai penerapan teknologi yang merupakan inovasi Fakultas Peternakan IPB University.

Selain pelatihan pembuatan wafer pakan ternak, Prof Yuli juga akan melakukan pendampingan Training of Trainer (ToT) selama Mei dan Juni 2022 kepada para santri.  Prof Yuli menyebut ada 55 siswa yang mengikuti pelatihan pembuatan wafer pakan dan pada saat pendampingan, terpilih 5 orang santri sebagai ToT yang akan dibina. Pendampingan dilakukan sejak adaptasi pakan wafer, penimbangan berat badan ternak, pengukuran konsumsi pakan dan uji kualitas sampel pakan.

Menurutnya, penerapan wafer pakan ini bertujuan untuk meningkatkan performa kambing peliharaan sekaligus mengurangi biaya pakan saat ini. Pengolahan pakan menjadi bentuk wafer akan menjadi aktivitas bersama pada dua Teaching Factory (TeFa) yang dimiliki oleh SMK yaitu TeFa budidaya kambing dan TeFa produksi pakan.

“Kegiatan Dos Pulkam ini bertujuan sebagai arena pembelajaran santri-santri pondok pesantren agar ternak peliharaan lebih produktif dan lebih menguntungkan dengan penerapan teknologi wafer pakan,” jelas Prof Yuli dalam pelatihan wafer pakan di ruang kelas SMK Muhammadiyah 5 Gresik, 17/5.  Lebih lanjut, Prof Yuli menjelaskan bahwa bahan baku wafer dapat menggunakan berbagai bahan pakan lokal yang tersedia di sekitar pondok, seperti daun turi atau limbah sayuran pasar yang banyak ditemukan dan belum termanfaatkan.  “Dengan demikian, siswa dapat memproduksi wafer dengan lebih murah dan terjamin ketersediaannya,” imbuhnya.  

Pada kesempatan yang sama, Prof Iman Rahayu memberikan wawasan terkait manfaat peternakan secara umum yang menghasilkan produk-produk ternak seperti daging, susu dan telur. Ia juga memaparkan tentang manajemen kandang yang baik.

Sementara itu, dalam sambutannya, Muhammad Thoha, SAg, MPdI, MH selaku pimpinan pondok pesantren yang sekaligus Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 5 Gresik, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung penerapan inovasi wafer pakan IPB University ini.  “Hal ini karena santri disekolahkan di SMK yang memiliki jurusan unggulan ternak ruminansia. Hal ini juga mendukung misi pondok pesantren dalam menciptakan lulusan sebagai mubalig-mubalig yang mempunyai usaha peternakan sukses,” ujarnya.
Mahendra , seorang santri yang mengambil jurusan Ternak Ruminansia di SMK Muhammadiyah 5, ikut menyampaikan bahwa kegiatan ini menambah wawasannya.  Sebelumnya ia hanya mengetahui teknologi pakan silase namun sekarang sudah mengetahui teknologi wafer pakan. Tidak hanya pengetahuan, Mahendra juga merasa bahagia karena diberikan pendampingan langsung selama satu bulan tentang bagaimana cara pemberiannya pada ternak peliharaan. “Saya sangat bersyukur sekali ketika kami mendapatkan pengetahuan dari Prof Yuli dan Prof Iman dengan Program Dos Pulkam IPB University tentang pengolahan wafer pakan langsung dari inventornya,” ujarnya.
  
Sementara, Sazli Tutur ikut menjelaskan bahwa usaha peternakan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Baik dengan supplier bahan pakan hingga penjualan produk-produk ternak. Aktivitas kolaborasi disimulasikan dengan permainan trading game diantara siswa. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan negosiasi dan kerjasama antar tim (ipb.ac.id)