News

Fakultas Peternakan IPB menyelenggarakan seleksi mahasiswa berprestasi, pada hari Jumat 4/3/2016. Enam orang mahasiswa  yang terbagi menjadi 3 orang mahasiswa dari Departemen IPTP dan sisanya dari Departemen INTP diseleksi oleh tujuh orang dosen sebagai juri untuk mencari mahasiswa berprestasi yang akan mewakili Fapet IPB di seleksi mawapres tingkat IPB.

Para kandidat mawapres diminta untuk mempergunakan bahasa inggris untuk memperkenalkan diri dan mempresentasikan mengenai kemampuan personal serta materi yang diminati untuk ingin disampaikan dalam makalah. Kandidat mawapres mendapat banyak pertanyaan mengenai keterlibatan dalam berbagai kegiatan akademik dan non akademik.

Juri memberikan pertanyaan yang terkait dengan pengetahuan umum mengenai peternakan serta pandangan dan pemikiran para kandidat dalam menghadapi tantangan di dunia peternakan. Juri juga memberikan masukan untuk perbaikan kandidat mawapres terutama masalah personal dan kemampuan berbahasa inggris. Proses seleksi berlangsung mulai 08.30 hingga selesai.

Berdasarkan beberapa kriteria penilaian para kandidat, tim juri memutuskan dua mahasiswa sebagai mawapres yang mewakili Fapet IPB. Dua mahasiswa yang mendapatkan kesempatan adalah:

  1. Satria Julier Manpaki (D24120006)
  2. Yuni Nur Raifah (D14130010)

Selamat dan sukses untuk Mawapres Fakultas Peternakan IPB....!!

Survey karkas tahun 2012 yang dilakukan oleh Fakultas Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan bahwa sapi lokal dari peternakan rakyat di Indonesia berada dalam kondisi kurus 36 persen, sedang 49 persen, dan gemuk 15 persen. Selain itu, sekitar 30 persen sapi dan kerbau siap potong adalah berumur tua dan bobot potong rata-rata yang diperoleh adalah 50 kilogram (kg) di bawah potensi sebenarnya.
 
Oleh karena itu diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas pakan, lingkungan kandang dan tata laksana pemeliharaan. Permasalahan utama dalam mengembangkan hijauan pakan ternak (HPT) karena terbatasnya ketersediaan lahan. Salah satu lahan yang berpotensi untuk digunakan sebagai lokasi pengembangan HPT di Kabupaten Bogor adalah lahan perhutani Kawasan Penguasaan Hutan (KPH) Bogor. Demikian hal yang mengemuka dalam Diskusi Pakar  “Potensi Pengembangan Hijauan Pakan Ternak di Areal Perhutani”, Kamis (25/2) di Ruang Sidang Rektor Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Darmaga, Bogor. Perhutani KPH Bogor menguasai lebih dari 40 ribu hektar areal di Kabupaten Bogor, dan di beberapa lokasi sangat berpotensi untuk pengembangan HPT.
 
Direktur Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (KSKP) IPB Dr. Dodik Ridho Nurrochmat menyampaikan bahwa KSKP IPB mulai melakukan kajian pemanfaatan lahan tidur. Beberapa kajian  percontohan pemanfaatan lahan tidur dilaksanakan di lahan-lahan milik pribadi atau pengembang, yaitu  di Tanjung Sari Sumedang dan Gunung Putri Kabupaten Bogor. “Ke depan, kami tertarik mengembangkan HPT yang tumbuh di bawah naungan Perhutani,” ujarnya.
Read more: KSKP IPB Gelar Diskusi Pakar “Potensi Pengembangan Hijauan Pakan Ternak di Areal Perhutani”