News

himasiterHimpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan IPB,  mengadakan acara "Ramadhan Ceria - Buka Bersama Anak Soleh", bersama murid-murid TPA di Gunung Handeuleum, Desa Situ Udik, Cibungbulang, pada hari Sabtu, 18 Juni 2016, pukul 14.30 WIB - Selesai.

Acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan perlombaan (hafalan surah pendek, adzan, dan kaligrafi). Sekitar 100 orang murid TPA memeriahkan acara yang diadakan untuk mengisi waktu datangnya berbuka puasa.

Acara buka puasa ini diselenggarakan oleh Biro Pengabdian Masyarakat, Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak 2015/2016, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor

Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ditunjuk langsung sebagai penyelenggara seleksi penerimaan pendamping desa tahun 2016 untuk wilayah Jawa Barat oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung tanggal 28 Mei dan 4 Juni 2016 di Kampus IPB Darmaga Bogor.
 
Ketua pelaksana seleksi penerimaan pendamping desa tahun 2016 untuk wilayah Jawa Barat, Dr. Zaenal Efendi menyampaikan, peran perguruan tinggi negeri sangat membantu, karena dinilai sebagai institusi yang paling bisa dipercaya (netral). Ia menegaskan dipilihnya IPB sebagai tempat seleksi, karena infrastuktur sebagai alat pendukung sudah lengkap seperti ruang sudah tercukupi, tenaga pengawas sudah cukup, sehingga seleksi penerimaan pendamping desa dapat berhasil dengan baik.
 
Dr. Zaenal yang juga Kepala Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB ini menambahkan seleksi awal tercatat 7.180 orang, sementara yang hadir sekira 4000-an, kemudian terseleksi menjadi 1.667 orang. Jumlah terakhir inilah yang kemudian mengikuti seleksi psikotes, untuk memilih tenaga pendamping profesional siap terjun memfasilitasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dengan berbekal keahlian diri sebagai pendamping profesional.
 
“Sebagai penyelenggara seleksi penerimaan pendamping desa, harapannya ke depan IPB terkenal sebagai kampus rakyat, memiliki peran dalam pengembangan masyarakat (Community Development). Pemilihan pendampingan desa ini identik dengan apa yang selama ini menjadi kompetensi IPB,” ujar Dr Zaenal.
 
Menurutnya, tenaga pendamping profesional yang terdiri dari pendamping kabupaten dan pendamping kecamatan memiliki posisi penting dan strategis dalam menentukan kinerja program. Untuk itu, proses rekrutmen terhadap pendamping harus diatur secara ketat agar diperoleh tenaga pendamping sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.(Awl)
- See more at: http://ipb.ac.id/news/index/2016/06/ipb-tempat-seleksi-pendamping-desa-2016/b084fd85558f0370ba6ad985ee699dee#sthash.dDcCbCKf.dpuf