News

Ayam broiler merupakan jenis ras unggulan yang dihasilkan dari persilangan bangsa-bangsa yang memiliki produktivitas tinggi. Ayam broiler memiliki karakteristik ekonomi dan pertumbuhan

yang cepat sebagai penghasil daging, konversi ransum rendah, dapat dipotong pada umur muda, dan menghasilkan kualitas daging yang berserat lunak. Kesejahteraan broiler dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan eksternal seperti manajemen pemeliharaan, stres, gizi, kepadatan kandang, ventilasi, intensitas cahaya, dan penyebaran penyakit. Kepadatan kandang juga dapat mempengaruhi kualitas karkas dan konsumsi pakan.

Stres berupa panas menyebabkan ayam rentan terserang infeksi penyakit yang berasal dari bakteri seperti Escherichia coli dan virus seperti Newcastle disease (ND), yang memberikan pengaruh negatif terhadap produktivitas dan kesehatan yang dapat menimbulkan kematian dan kerugian ekonomis. Upaya mengatasi cekaman panas itu salah satunya adalah dengan penambahan  mineral zinc (Zn) dan vitamin E.

Dua orang pakar dari Fakultas Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor (IPB), yaitu Rita Mutia dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan dan Asep Gunawan dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, melakukan penelitian pada broiler untuk mengetahui pengaruh penambahan mineral Zn dan vitamin E pada lingkungan tropis. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Oktober 2015 di Laboratorium Lapang (Kandang C) Fapet IPB.

Penelitian ini dilakukan terhadap 400 ayam broiler yang dibagi ke dalam kandang A sebagai kontrol dan kandang B sebagai perlakuan suhu tropis. Selama 35 hari pemeliharaan, ayam broiler dikondisikan dalam temperatur natural yang fluktuatif sepanjang hari, yakni relatif dingin pada dinihari, cenderung dingin-medium pada pagi hari, relatif panas pada siang hari dan cenderung panas-medium pada sore atau malam hari. Dengan demikian, cekaman panas dialami oleh ayam broiler pada siang hari terutama pada selang waktu pukul 12 siang yang merupakan waktu intensitas matahari paling tinggi dan pukul 14 siang yang merupakan waktu dengan intensitas radiasi gelombang panjang matahari paling tinggi.

Berdasarkan percobaan tersebut suplementasi vitamin E dan mineral Zn pada ransum ayam broiler terbukti efektif dalam menurunkan stres akibat cekaman panas dari suhu lingkungan. Hal tersebut dibuktikan dengan pemberian vitamin E sebanyak 125 ppm dan mineral Zn 80 ppm mampu meningkatkan bobot akhir dan efisiensi pakan. Efisiensi pakan artinya konsumsi pakan turun, tetapi bobot badannya meningkat dari ayam broiler tersebut. Selain itu, pemberian mineral Zn sebanyak 80 ppm juga mampu menurunkan nilai Malondial dehid (MDA) yaitu produk peroksidasi lemak pada serum darah. Hal tersebut menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dari vitamin E dan mineral Zn. Adanya aktivitas antioksidan dalam tubuh memberikan efek yang baik bagi kesehatan ternak dilihat dari profil darahnya yang normal.(ipb.ac.id)

Program Summer Course yang diselenggarakan Departemen INTP Fakultas Peternakan IPB telah diselenggarakan pada awal bulan Agustus 2017. Sebanyak  11 orang mahasiswa asing dari Universitas di 4 negara, yaitu dari Universiti Putra Malaysia (Malaysia), Chiang Mai University (Thailand), dan Nong Lam University serta Maejo University (Vietnam).  Summer Course  yang bertema Exotic Tropical Animal Nutrition ini resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Peternakan IPB  di Ruang ruang sidang Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (1/08/2017).

Kegiatan Summer course yang dilakukan meliputi perkuliahan di dalam kelas, yang membahas tentang manajemen pakan untuk domba garut, ayam pelung dan ayam ketawa, kuda renggong, yang disesuaikan dengan budaya dan kearifan lokal. Selain itu, diberikan pula materi tentang manajemen dan konservasi bagi Jalak Bali dan Rusa Totol yang juga disesuaikan dengan budaya dan kearifan lokal.

Rangkaian kegiatan selanjutnya diantaranya mengunjungi Konservasi Jalak Bali dan Rusa Totol, untuk melihat bagaimana manajemen pemberian pakan untuk Jalak dan Rusa Totol di Bogor, mengunjungi peternakan Ayam Pelung dan Ketawa di Cianjur, Melihat penampilan kontes adu domba di Garut, mengunjungi dan melihat penampilan kuda Renggong di Sumedang, dan terakhir mengunjungi Taman Burung di Jakarta.

Di akhir rangkaian summer course, peserta memberikan laporan dan mempresentasikan hasil pengamatan selama kegiatan summer course.