News

Fakultas Peternakan IPB dan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako Palu lakukan kolaborasi akademik dan riset industri yang terjalin melalui Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Peternakan, Kampus IPB Dramaga, (10/12). 

Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Dr Idat Galih Permana menyatakan apresiasi kepada pihak Universitas Tadulako“Kita terbuka ke semua universitas untuk memberikan kesempatan ke mahasiswa untuk belajar di luar kampus, bisa berupa credit earning, sosial masyarakat, ataupun industri kita sudah banyak menjajaki” ujarnya. Beliau juga berharap kerjasama bisa lebih luas lagi, tidak hanya MBKM, tapi juga riset dan pengembangan dan bisa diimplementasikan.

Acara tersebut dihadiri oleh Ir. Muhamad Ilyas Mumu, S.Pt., M.Sc.Ag., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.selaku Ketua Jurusan Peternakan dan Perikanan yang mewakili pihak Universitas Tadulako. Pria yang akrab disapa Mumu ini mengatakan program utama di Tadulako adalah kerjasama. Salah satunya yang akan dilakukan di Fapet IPB adalah bagaimana mahasiswa bisa melakukan MBKM di Closed House dan akan dpilih mahasiswanya. Tujuannya agar setidaknya ada skill tambahan bagi mahasiswa.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan diskusi inisiasi kerjasama MBKM dengan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kendari yang di hadiri oleh Prof. Dr. Ir. Muh. Amrullah Pagala, S.Pt, M.Si., I.P.M.

Ketiga perguruan tinggi bidang peternakan ini sepakat untuk mengembangkan program MBKM baik untuk mahasiswa program sarjana dan pascasarjana

Acara dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu oleh para Wakil Dekan Fakultas Peternakan, yaitu Prof Irma Isnafia Arief dan Dr Sri Suharti. Selain itu hadir serta Ketua dan Sekretaris Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan dan Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Selain itu juga hadir Ketua Prodi S2/S3 Ilmu Produksi Peternakan dan Prodi S2/S3 Ilmu Nutrisi dan Pakan Fakultas Peternakan IPB University. (Femmy/SSI)

Bogor, 9 Desember 2021 – Erupsi gunung semeru berdampak pada hewan ternak di kabupaten Lumajang. Fakultas Peternakan IPB University bekerjasama dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan memberikan bantuan pakan sorinfer sebanyak 20 ton. Bantuan pakan sorinfer disalurkan di dua kecamatan yaitu kecamatan Candipuro dan kecamatan Pronojiwo. Alokasi Tersebut tentunya belum mencukupi kebutuhan ternak yang terkena dampak bencana gunung Semeru, Fakultas Peternakan IPB University berharap  bantuan ini dapat menjadi trigger bagi pemerintah dan pelaku usaha lain untuk turut berkontribusi.

Sorinfer atau Sorgum indigofera fermentasi merupakan pakan komplit fermentasi hasil inovasi dari Prof. Dr.  Ir. Luki Abdullah, MSc Agr yang diproduksi oleh PT Prima Agrostis Nusantara. Sorinfer merupakan pakan siap saji yang bisa langsung diberikan kepada ternak dalam kondisi darurat. Fapet IPB University juga memberikan prosedur pemberian pakan sorinfer pada ternak sehingga pada saat pemberian, peternak yang terkena dampak bencana tidak kebingungan dalam memberikan jumlah pakan pada ternak.

Harapannya peternak disana, bisa mengikuti SOP yang telah dibuat sehingga pakan sorinfer ini bisa digunakan secara maksimal. (Neneng Elviani Hediningsih)