News

Tim Program Matching Fund Kedaireka Fakultas Peternakan IPB University yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Iman Rahayu Hidayati Soesanto, MS menggelar Webinar bertajuk  Sosialisasi Prospek Pakan Premium Mengandung Omega-3 untuk Menghasilkan Pangan Fungsional. Acara ini berlangsung secara hybrid di Ruang Sidang Departemen IPTP, Peternakan (Fapet) IPB University pada (6/10) dan terselenggara atas kerjasama Kedaireka yang merupakan program dari Dikti, Fapet IPB, STP (Science Techno Park) IPB, dan Indofeed (sebagai mitra). Peserta yang hadir sekitar 150 orang terdiri dari Mahasiswa, Dosen, Peternak, Peneliti, Instansi Pemerintah, Balai Peternakan, Akademisi Politeknik dan Pengusaha Bidang Peternakan.

Dekan Fapet Dr. Idat Galih Permana sangat mengapresiasi acara tersebut. Dalam sambutannya ia menguraikan beberapa hal terkait Kedaireka dan Fapet “Pada tahun ini Fapet berhasil meloloskan 9 judul program Kedaireka yang mendapatkan Dana bantuan dari Kemenristek, dosen-dosen di Fapet sangat kompetitif dan produktif menghasilkan riset dan inovasi” ujarnya. Terkait Omega 3, ia  menjelaskan bahwa riset ini sudah dipublikasikan dan mendapat paten dan upaya mensosialisasikan harus lebih luas lagi supaya bermanfaat bagi masyarakat. “Telur ini salah satu produk hewani yang sangat luas permintaannya, trend produk Omega-3 merupakan produk premium yang sangat diminati masyarakat, namun produk-produk ini baru ada di supermarket-supermarket besar dan ini adalah kesempatan kita agar marketnya bertambah dan peternak yang membudidayakan lebih mendapat keuntungan” ungkapnya.

Webinar yang dimoderatori oleh  Prof. Yuli Retnani dari Divisi Manufaktur dan Industri Pakan Departemen INTP Fapet ini menampilkan 3 Narasumber yang ahli di bidangnya. Narasumber pertama yaitu Prof. Iman Rahayu sebagai Inventor Suplemen Omega-3. Dalam presentasinya, Prof. Iman menceritakan rekam jejak inovasi pakan Omega-3 yang menghasilkan telur Omega-3 sebagai suplemen karena dicampurkan ke dalam pakan, melalui bioproses ke ayam.

 “Penelitian dimulai sejak tahun 1995, melalui rekayasa pakan, membuat suplemen Omega-3  dengan beberapa penelitian antara lain meningkatkan nutrisi makro dan mikro, meneliti teknologi Omega, Kualitas Telur, Suplementasi Omega-3 dan studi perilaku konsumen lalu mendapat paten di tahun 2009”urainya. Guru Besar di Fapet IPB ini juga memastikan bahwa produk yang dihasilkan adalah produk yang ramah lingkungan karena bahan baku suplemennya berasal dari limbah ikan lemuru dan ampas tahu kering fermentasi.

Hadir pula Prof. Sumiati sebagai Narasumber yang menjelaskan Aplikasi Penggunaan Inovasi Suplemen Omega-3 pada Pakan Ayam yang menghasilkan telur fungsional yaitu telur yang sudah didesain melalui rekayasa nutrient. Manfaat telur fungsional sendiri, dijelaskan oleh Prof. Sumiati antara lain untuk mengatasi kekurangan protein “Selain itu, kandungan Omega-3 baik untuk memelihara fungsi otak, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, menurunkan risiko terjadinya penyakit pada otak serta menurunkan kolesterol darah” jelasnya. Namun, manusia tidak bisa membentuk Omega-3 dalam tubuhnya, sehingga kita perlu mengkonsumsinya dan dengan kondisi geografis Indonesia sebagian besar adalah lautan yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber Omega-3 dalam pakan ayam petelur.

Materi terakhir disampaikan oleh CEO PT. Nutricell Pacific yaitu Ir. Suaedi Sunanto, S.Pt., M.BA., IPU, beliau memaparkan mengenai Prospek dan Tantangan Pemanfaatan Inovasi Suplemen Omega-3 di Industri Pakan Ayam Petelur. Secara lugas beliau menggambarkan beberapa fakta menarik mengenai DHA yang menjadi bagian penting dalam Omega-3 yaitu 97% Omega-3 yang ada di otak terdiri dari DHA yang berfungsi mempengaruhi kecepatan informasi dan proses di otak dan bermanfaat bagi ibu hamil, anak-anak dan orang dewasa. “Marketnya yaitu banyak produk makanan yang diklaim mengandung Omega-3 menghasilkan pertumbuhan penjualan sangat bagus dengan klaim DHA dan melebihi produk biasa yang tidak mengandung DHA” jelasnya yang menambahkan bahwa klaim DHA mampu membuat costumer membeli kembali sehingga menjadi parameter yang cukup strategis. (Femmy)

Dalam rangka Dies Natalis ke 59, IPB University menggelar Malam Penghargaan IPB tahun 2022 pada (4/10). Acara yang diselenggarakan di IICC Bogor dan disiarkan secara langsung di kanal YouTube IPB TV ini juga sekaligus sebagai penutupan dari seluruh kegiatan Dies Natalis IPB. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud apresiasi IPB kepada para Dosen, Tenaga Kependidikan,  Mahasiswa, Alumni, Unit Kerja dan peran Mitra atas dedikasinya dalam membangun IPB.

Dalam Malam Penghargaan IPB University 2022 ini Fakultas Peternakan turut ambil bagian dalam acara tersebut dengan diraihnya penghargaan sebagai Unit dengan Penelitian Kompetitif Nasional dan Desentralisasi Terproduktif 2022. Penghargaan dan ucapan selamat disampaikan oleh Rektor IPB Prof. Arif Satria kepada Dekan Fakultas Peternakan Dr. Idat Galih Permana.

Dalam kesempatan terpisah Dekan Fakultas Peternakan menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi IPB kepada seluruh dosen di Fakultas Peternakan yang selalu bersemangat berkompetisi dalam memperoleh pendanaan serta menjalankan penelitian dengan baik. Dr. Idat lebih lanjut mengatakan bahwa “Sebanyak lebih dari 60 judul penelitian dengan jumlah dana lebih dari 7,5 Milyar yang berasal dari skema kompetitif dan desentralisasi IPB dilaksanakan oleh dosen Fakultas Peternakan.”

Pada Malam Penghargaan IPB University ini Prof. Anuraga Jayanegara mendapatkan penghargaan sebagai Dosen  dengan Kinerja Publikasi Terbaik. Prof. Anuraga adalah dosen dari Fakultas Peternakan yang sangat produktif dalam menulis publikasi internasional. Selain banyak melakukan penelitian, keahliannya dalam Meta Analysis membuatnya semakin produktif menghasilkan publikasi di jurnal internasional terindex Scopus. Dalam portal SINTA yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikti, Prof. Anuraga merupakan Penulis dengan urutan tertinggi di IPB. Saat ini Prof. Anuraga memiliki Scopus H-index 21, Google Scholar H-index 27, dan Sinta Score Overall 3.761.

Dosen Fakultas Peternakan yang juga memperoleh penghargaan adalah Prof. Irma Isnafia Arief sebagai Dosen dengan Kinerja Pendidikan Terbaik Fakultas Peternakan Prof. Irma adalah dosen dengan BKD (Beban Kinerja Dosen) yang tinggi serta mendapat nilai EPBM (Evaluasi Penilaian Belajar Mengajar) dari mahasiswa sangat baik. Prof. Irma juga sangat aktif dalam menjalankan penelitian serta produktif dalam menghasilkan publikasi. Pada tahun ini salah satu inovasi hasil penelitian Prof. Irma yaitu Yoghurt Rosela telah dikerjasamakan dengan salah satu perusahaan dalam skema Matching Fund program Kedaireka. “Saya sangat terharu dan berterimakasih kepada Pimpinan IPB, Pimpinan Fakultas Peternakan, kepada kolega dan sahabat dosen, tendik serta mahasiswa yang sangat memberikan support dalam pelaksanaan tugas pendidikan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi lainnya. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan untuk IPB, Fapet serta semua civitas akademika. Sukses dan lancar menjalankan tugas sehari-hari” ujarnya dalam sebuah wawancara setelah penganugerahan penghargaan tersebut (Femmy).