News

Tim Kedai Reka Matching Fund 2022 Yogurt Probiotik Rosella ikut melibatkan 20 orang mahasiswa IPB University dari Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Ternak, Teknologi Produksi Ternak dan Nutrisi Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan (Fapet) dalam program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Sejumlah mahasiswa ini terlibat dalam empat kegiatan, yaitu uji kualitas bahan baku, produksi dan quality control, distribusi produk dan digital marketing.

Ketua program Yogurt Probiotik Rosella, Prof Irma Isnafia Arief menjelaskan, kegiatan terlaksana selama jangka waktu tiga bulan dan dilakukan di sela-sela kegiatan kuliah dan praktikum mahasiswa. Hal itu guna menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa terkait produksi industri pengolahan susu.

“Mahasiswa sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan MBKM ini. Diharapkan program ini dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan dari proses produksi yogurt ini,” ujarnya. 

Selain Prof Irma, kegiatan ini juga didampingi langsung oleh beberapa dosen IPB University lainnya sesuai keahliannya masing-masing, yakni Dr Zakiah Wulandari, Dr Zaenal Abidin, Muhamad Arifin, SPt, MSi dan Dr Iyep Komala.

Mahasiswa dan dosen saling bersinergi dan bekerjasama dalam kegiatan yang dimasukkan ke dalam tiga satuan kredit semester (SKS) MBKM. Kegiatan MBKM ditutup dengan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev).

Direktur utama CV Sari Burton, Edgina Burton dalam keterangannya memaparkan, program ini sangat membantu mengoptimalkan produksi yogurt di CV Sari Burton. Antusiasme mahasiswa juga sangat ia apresiasi. Pasalnya, mahasiswa yang terlibat sangat bersemangat dalam terlibat dalam kegiatan MBKM ini (ipb.ac.id)

Fakultas Peternakan (Fapet) dan Himpunan Alumni Peternakan (Hanter) IPB menggelar seminar nasional bertajuk Inovasi Bidang Peternakan dalam Upaya Menekan Impor Menuju Indonesia Maju. Acara ini diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Banten pada hari ketiga pelaksanaan (11/11). Para narasumber pada kegiatan ini merupakan alumni dari Fapet IPB, begitu pula moderator dan MC nya juga merupakan alumni Fapet.

Sebelum acara seminar dimulai, terlebih dulu diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT. Gemilang Karya Agri bersama PT. Perkasa Group yang merupakan perusahaan di bidang peternakan yang pada penandatanganan tersebut akan memperkuat dan mengembangkan potensi di wilayah Timur Indonesia. Presiden Komisaris Perkasa Group, Dr. Audy Joinaldy yang merupakan dan juga alumni Fapet IPB memberikan pesan kepada para mahasiswa aktif “Adik-adik harus bisa memanfaatkan jejaring alumni, alumni memperjuangkan” ungkapnya.

Selepas penandatanganan nota kesepahaman, moderator acara yang juga alumni Fapet IPB yang juga Direktur PT. Permata Kreasi Media ILDEX Indonesia,  Ir. Ruri Surasono, MBA memperkenalkan para narasumber untuk memaparkan beberapa hal berkaitan dengan peternakan. Narasumber pertama yaitu Dekan Fapet IPB University Dr Ir Idat Galih Permana, MSc. Agr menyampaikan Inovasi Hasil Riset Fapet IPB. “Inovasi dan hasil riset bertujuan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan berkaitan dengan kemakmuran suatu negara”jelasnya mengawali pemaparan. Labih lanjut, Dr. Idat bahwa tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan SDM berkualitas dan inovasi. Beberapa inovasi yang sudah dihasilkan Fapet IPB antara lain adalah Ayam IPB D1 oleh Prof. Cece Sumantri, Sapi Bali sebagai penghasil daging premium oleh Prof. Rudy Priyanto. Selain sapi, ada juga domba dengan kualitas daging premium inovasi dari Prof. Asep Gunawan.

Pada inovasi nutrisi dan pakan ternak, Prof. Dewi Apri Astuti sudah menghasilkan beberapa produk yaitu BSF milk replacer dengan bahan baku maggot dan Herbal Mineral Blok. Ada juga pakan layer D’Premium inovasi Prof. Iman Rahayu Hidayati Soesanto dan pakan sapi perah Dairy Feed Online oleh Dr. Idat Galih Permana. Untuk teknologi hasil ternak, Prof. Irma Isnafia Arief menghadirkan produk yogurt dengan rosela yang kaya akan kandungan vitamin C. pada inovasi ternak harapan, ada kokon ulat sutra yang dikembangkan oleh Dr. Yuni Cahya dan ulat hongkong oleh Prof. Asnath Maria Fuah. Ada juga Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang sudah lama dikembangkan oleh Prof. Muladno dengan jumlah yang menyebar di beberapa daerah di Indonesia.

Selanjutnya Dr Ir Audy Joinaldy SPt, MSc, MM, IPM, ASEAN. Eng, Ketua Umum HANTER IPB yang juga merupakan Wakil Gubernur Sumatra Barat yang secara khusus membahas mengenai Kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dalam menekan Impor. Wagub Sumbar ini memaparkan materi secara interaktif dengan para peserta yang kebanyakan mahasiswa aktif di Fapet, sesekali ia juga melemparkan candaan untuk mencairkan suasana dan memberikan motivasi serta semangat kepada para audiens.

Alumni terakhir yang menjadi narasumber dalam acara ini adalah CEO PT. Nutricell Pacific Ir. Suaedi Susanto, SPt, MBA, IPU. Impor di industri perunggasan menjadi bahasan utama. Menurut Ketua HANTER DPD Jakarta Barat ini, Indonesia masih membutuhkan impor masih lebih bisa menutupi daripada swasembada. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep swasembada harus didasarkan pada tujuan. “Kita juga masih belum kompetitif jika swasembada” jelasnya. Namun demikian, Suaedi memberikan banyak gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan peran pengusaha agar ke depannya masalah ini berangsur-angsur bisa membaik dan pengusaha lokal mampu bersaing dengan gempuran berbagai pihak.  (Femmy)