Inovasi

Untuk menghasilkan telur yang baik dan berkualitas, ayam perlu diberikan suplemen. Dengan menggunakan limbah perikanan yang diproses dengan pengemulsian dan dispersi dapat diciptakan suplemen Omega-3 yang baik untuk ayam.

Suplemen tersebut dapat meningkatkan produksi telur sampai 30%, kualitas fisik dan nutrisi telur, khususnya DHA yang esensial untuk perkembangan otak balita. Suplemen juga dapat menurunkan kandungan lemak dan kolesterol total telur. Asam lemak berkonyugasi dengan protein telur menghasilkan lipoprotein yang bersifat anti mikroba. Penggunaan suplemen juga cukup mudah, hanya sicampurkan sebanyak 5% ke dalam pakan ayam.

Perspektif:
Memproses lebih lanjut limbah alami yang masih kaya akan nutrisi menjadi suplemen bagi pakan ternak yang berkhasiat bukan hanya bagi ternaknya, namun juga bagi manusia yang mengkonsumsi telur yang dihasilkan.

 

Keunggulan Inovasi:
  • Memanfaatkan limbah pengalengan ikan
  • Produknya ramah lingkungan
  • Proses dan penggunaannya mudah dan murah
  • Peningkatan produksi telur (30%)
  • Kualitas fisik dan nutrisi telur meningkat, khususnya DHA, dapat menurunkan kandungan lemak dan kolesterol total
  • Asam lemak berkonyugasi dengan protein telur menghasilkan lipoprotein yg bersifat anti mikroba
Potensi Aplikasi:

Mengkonversi limbah industri perikanan yang tidak diinginkan lagi, dan menjadikannya supplemen dengan nilai tambah tinggi yang dibutuhkan bagi industri peternakan ayam, untuk menghasilkan telur dengan gizi tinggi.


Inovator

Nama : Prof. Dr. Ir. Iman Rahayu HS, MS
Institusi : IPB
Alamat : Gedung Rektorat Lt. 5 Kampus IPB Darmaga, Bogor
Status Paten: Telah Terdaftar
Kesiapan Inovasi: * Prototype
Kerjasama Bisnis: *** Terbuka
Peringkat Inovasi: ** Sangat Prospektif

 

Telur itik merupakan salah satu sumber protein hewani yang dapat terjangkau oleh masyarakat luas. Inovasi ini menawarkan telur itik yang kaya antioksidan, omega 3 dan 6 seimbang serta rendah kolesterol. Telur ini dapat menjadi pangan alternatif sumber antioksidan dan omega 3 yang dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.

Untuk memproduksi telur ini digunakan tepung daun Indigofera sp (sumber antioksidan alami) dan minyak ikan lemuru (sumber omega 3) pada ransum itik. Selain itu, tepung daun Indigofera sp juga dapat menggantikan bungkil kedelai sebagai sumber protein ransum dan minyak ikan lemuru merupakan limbah proses pengalengan atau penepungan sehingga meningkatkan nilai ekonomi limbah tersebut.

Perspektif:
Inovasi bisa menyulap itik menjadi pabrik, untuk menghasilkan produk berspesifikasi dan berstandar.

Keunggulan Inovasi:

• Inovasi ini dapat menghasilkan telur dengan tinggi kandungan omega 3 dan 6 berimbang
• Menghasilkan telur yang rendah kolesterol dan tinggi Vitamin A
• Menghasilkan telur dengan kadar MDA kuning telur yang rendah
• Menghasilkan telur dengan skor warna kuning telur yang tinggi

Potensi Aplikasi:

-


Inovator

Nama : Prof. Dr. Ir. Sumiati, M.Sc   -   Dr. Ir. Widya Hermana, M.Si    -   Arif Darmawan, S.Pt, M.Si    -   Lanjarsih, S.Pt
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Direktorat Riset dan Inovasi Gd. Andi Hakim Nasoetion lt.5 Kampus IPB Dramaga Bogor 16680 Jawa Barat
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan

 

 

 

Lumpur sawit kaya mengandung linolenat (Omega-3) sehingga bisa dijadikan suplemen pakan untuk meningkatkan mutu susu kambing. Namun Omega-3 dalam lumpur sawit mudah terdegradasi di dalam rumen kambing. Ampas teh yang kaya akan tanin dapat memproteksi kandungan Omega-3 pada lumpur sawit sehingga dapat tersintesis di dalam susu kambing.

Sinergi kedua jenis limbah, lumpur minyak sawit dan ampas teh, sebagai suplemen pakan kambing perah terbukti meningkatkan kandungan Omega-3 dalam susu kambing, juga berpotensi menekan biaya konsentrat pakan bagi peternak, dan sekaligus memecahkan masalah pencemaran lingkungan dari pabrik minyak sawit dan pabrik teh siap saji.

Palm oil waste is rich with lonoleant (Omega-3). Tea leave is rich with tanin which can prevent lonoleant from degrading easily. Synergizing those wastes into goat feed will ensure the production of Omega-3 rich healthy goat milk. This also solve waste disposal problems faced by palm oil producer and tea drink factories.
Perspektif: Limbah bisa dimaknai sebagai ketidak-mampuan manusia menyambungkan kembali ekosistem yang diputuskannya. Ilmu dan teknologi masa depan hendaknya diarahkan untuk menyambung kembali, bukannya memutuskan lebih banyak rantai ekosistem.

Keunggulan Inovasi:

  •     Mudah untuk diaplikasikan oleh peternak kambing perah, untuk meningkatkan mutu susu.
  •     Bahan baku dari limbah industri yang murah dan melimpah.
  •     Bisa mengurangi biaya petani untuk membeli konsentrat pakan.
  •     Produk susu yang dihasilkan lebih bergizi, memiliki cita rasa gurih dan aroma yang disukai.

Potensi Aplikasi:

Peternak dan pengusaha kambing perah


Inovator
Nama : Siti Syafa’ah; Muh. Arifin; Tekad Urip Pambudi; Edgina Burton; Aulia Irhamni Fajri; Ir. Anita S. Tjakradidjaja, Mrur.Sc,
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Kantor Direktorat Riset dan Kajian Strategis IPB Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Darmaga – Bogor 16680
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan

 

Produksi keju di Indonesia masih belum mencukupi kebutuhan ditunjukkan oleh jumlah impor keju yang semakin meningkat. Peningkatan impor keju yang cepat belakangan ini, antara lain adalah akibat kemampuan produksi keju lokal yang rendah. Produksi keju yang rendah diakibatkan oleh beberapa faktor antara lain keterbatasan bahan baku koagulan rennet.

Abomasum domba lokal memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi bahan baku rennet. Waktu koagulasi susu dalam pembuatan keju dengan menggunakan tablet rennet instan adalahsekitar 30 menit  karena tablet tersebut mengandung CaCl2 yang berfungsi membantu agregasi kasein misel dalam susu dan adanya penambahan bakteri probiotik yang hasil fermentasinya membuat aroma dan  rasa lebih disukai.

Rennet is an enzyme used in coagulating milk proteinase in cheese making. Local sheep abomasum has great potential  to be used as materials to produce sheep rennet. Coagulation time of milk in cheese making using rennet tablet is about 30 minutes because of CaCl2, which help the aggregation of casein micelles in milk and the addition of probiotic bacteria fermentation makes the aroma and flavor are preferred.

Perspektif: Hambatan dalam berinovasi seringkali bukan tembok batu besar yang menghadang, tetapi kerikil kecil yang membuat kita tersandung. Kemampuan kita memproduksi rennet domba lokal adalah seperti menyingkirkan kerikil-kerikil kecil yang membuat kita terus-terusan mengimpor keju, padahal kita seringkali memiliki banyak susu domba tersisa.

Keunggulan Inovasi :

  •     Bahan baku yang tersedia melimpah.
  •     Kebutuhan rennet dalam negeri cukup besar, melihat terus meningkatnya volume keju impor.
  •     Rennet lokal lebih praktis dan mudah dalam penggunaan, penyimpanan, serta pendistribusiannya.
  •     Memberikan nilai tambah bagi hasil ikutan rumah pemotongan hewan.
  •     Dilengkapi bakteri probiotik sehingga aromanya lebih disukai dan lebih sehat.

 

Potensi Aplikasi :

Inovasi rennet lokal dengan bakteri probiotik membantu industri rumah tangga dan UKM dalam negeri agar bisa membuat keju domba mereka sendiri, menciptakan nilai tambah, atau menjadi alternatif pemanfaatan kelebihan susu domba yang mereka hasilkan.

Inovator :

Nama :  Muhammad Tegar KK; Siti Aminah; Dr. Ir. Rarah RAM, DEA; Sutriyo M.Si. Apt

Institusi :

Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor
Alamat : Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor Alamat : Gd. Fakultas Peternakan IPB Lt 3 Wing 1 Jl. Agatis Kampus IPB Bogor 16680

Status Paten:

Dalam Proses Pengajuan

 

Mentega adalah produk olahan krim susu yang umunya berasal dari susu sapi. Penggunaan susu kambing untuk mentega jarang dilakukan karena bau khas prengus (goaty) yang kurang disukai. Padahal susu kambing murah dan kaya manfaat, pemeliharaan kambing pun relatif lebih mudah dibanding sapi.

Inovasi dengan menggunakan bakteri probiotik Lactobacillus acidophilus dapat menghasilkan senyawa aromatik yang menyamarkan bau prengus mentega susu kambing. Pemberian pakan ternak dengan limbah minyak ikan memastikan kandungan Omega 3 pada susu dan mentega, ditambah dengan serat dan antioksidan dari bayam dan wortel.

Butter from goat milk is not common and smells goaty, though goat milk is rich in wellness, nutritious, and relatively cheap. This innovation introduces probiotic bacteria Lactobacillus acidophilus in the fermentation process that produces a specific aroma that covers the goaty smell. The butter is also rich with fiber and antioxidants from spinach and carrots, plus Omega 3 by feeding the cattle with fish oil byprodutcs.
Perspektif: Inovasi yang hebat terjadi bila kita bisa memanfaatkan sumber daya yang tersedia, kemudian mampu menghasilkan nilai yang lebih baik dari yang terbaik.

Keunggulan Inovasi:

  •     Bau prengus mentega kambing tersamarkan.
  •     Pemanfaatan limbah minyak ikan lemuru sebagai pakan ternak menambah kandungan Omega 3
  •     Kaya serat dan antioksidan dari bayam dan wortel.
  •     Antioksidan sebagai pengawet alami mencegah bau tengik akibat proses oksidasi alami mentega.

Potensi Aplikasi:

Dapat dikembangkan di industri pangan terutama pembuatan mentega dan peternakan. Metode pengayaan kandungan gizi produk pangan juga bisa diaplikasikan untuk produk pangan lainnya.

Inovator
Nama : Ariandanu Catur Biandana; Raden Iraninta Murniasih; Dewi Indriani; Bagus Risky Dipowana; Dr. Ir. Rarah ratih Adjie Maheswari, DEA.
Institusi : Institut Pertanian Bogor
Alamat : Direktorat Riset dan Kajian Strategis IPB Gedung Andi Hakim Nasoetion Lt.5 Kampus IPB Darmaga - Bogor 16680
Status Paten: Dalam Proses Pengajuan

Page 1 of 4


Lihat Semua Berita >>