Uncategorised

  • Logistik_ruminansia_kecil_domba_kambingLogistik_ruminansia_kecil_domba_kambingLogistik_ruminansia_kecil_domba_kambingLogistik_ruminansia_kecil_domba_kambing
  • Misleading_telur_fertil-infertilMisleading_telur_fertil-infertilMisleading_telur_fertil-infertilMisleading_telur_fertil-infertil
  • Online_training_satwa_harapan_ulat_hongkongOnline_training_satwa_harapan_ulat_hongkongOnline_training_satwa_harapan_ulat_hongkongOnline_training_satwa_harapan_ulat_hongkong
  • Penanganan_dan-pengolahan_daging_sehatPenanganan_dan-pengolahan_daging_sehatPenanganan_dan-pengolahan_daging_sehatPenanganan_dan-pengolahan_daging_sehat
  • logistik_rantai_dinginlogistik_rantai_dinginlogistik_rantai_dinginlogistik_rantai_dingin
  • online_logistik_perunggasanonline_logistik_perunggasanonline_logistik_perunggasanonline_logistik_perunggasan
  • penerapan_animal_welfarepenerapan_animal_welfarepenerapan_animal_welfarepenerapan_animal_welfare
  • pengenalan-Rpengenalan-Rpengenalan-Rpengenalan-R
  • penyediaan_pakan_dan_daya_serap_susupenyediaan_pakan_dan_daya_serap_susupenyediaan_pakan_dan_daya_serap_susupenyediaan_pakan_dan_daya_serap_susu
  • selamat-hardiknasselamat-hardiknasselamat-hardiknasselamat-hardiknas
  • seputar_daging_halal_identifikasi_dan_analisisseputar_daging_halal_identifikasi_dan_analisisseputar_daging_halal_identifikasi_dan_analisisseputar_daging_halal_identifikasi_dan_analisis
  • strategi_penyediaan_pakanstrategi_penyediaan_pakanstrategi_penyediaan_pakanstrategi_penyediaan_pakan
  • tetap_cantik_dengan_kokon_ulat_suteratetap_cantik_dengan_kokon_ulat_suteratetap_cantik_dengan_kokon_ulat_suteratetap_cantik_dengan_kokon_ulat_sutera
  • webinarwebinarwebinarwebinar

Berdiam diri di rumah saat Work From Home (WFH), seringkali membuat orang merasa bosan dan stres. Namun hal itu tidak berlaku bagi guru besar IPB Univerity satu ini. Prof Dr Ir Nahrowi, MSc Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University menjalani WFH dengan cara mengasyikkan. Ya, dengan beternak, Prof Nahrowi meyakini bisa menjadi obat anti stres yang mujarab.

“Bukan tidak mungkin beternak di tengah kondisi pandemi ini. Di belakang rumah saya alhamdulillah sudah ada beberapa hewan ternak sejak sebelum adanya COVID-19. Saya pelihara hewan sejak 10 tahun lalu.  Pertama yang saya pelihara adalah ternak kelinci dan ikan lele. Alhamdulillah terus berkembang.  Kini, sudah lebih dari 14 jenis hewan,” tutur Prof Nahrowi.

Keempat belas hewan tersebut, secara umum Ia bagi menjadi hewan pemakan bijian dan pemakan hijauan. Hewan pemakan hijauan seperti sapi, domba, kambing, kelinci, marmut dan menyusul kuda. Sementara sisanya, untuk pemakan bijian, Prof Nahrowi memelihara ayam layer dan ayam kate, angsa, entok, kalkun, burung dara, burung tekukur, burung puter, burung perkutut, ikan lele dan nila. Ia juga memelihara kucing, sugar glider dan hamster sebagai hewan kesayangan.

Dibantu dua orang pekerja, hewan-hewan tersebut dipelihara Prof Nahrowi dengan sistem pertanian terintegrasi. Selain beternak, di belakang rumahnya juga terdapat beberapa kolam serta lahan pertanian yang ditanami sayur-sayuran seperti pohon melinjo, pohon salam, kangkung, bayam, daun-daun lalapan, kunyit, jahe dan sebagainya. Ia juga menanam buah-buahan seperti jambu biji merah, jambu air, jambu bol, rambutan, mangga, pisang, jambu mete, markisa, matoa, timbul, petai dan pohon kelapa serta beberapa tanaman obat-obatan.

 

Read more: Prof Nahrowi: Beternak di Pekarangan Bisa Jadi Obat Anti Stres Saat WFH

  • Konsumsi_protein_HewaniKonsumsi_protein_HewaniKonsumsi_protein_HewaniKonsumsi_protein_Hewani
  • Manfaat_maduManfaat_maduManfaat_maduManfaat_madu
  • ayam_D1_ipbayam_D1_ipbayam_D1_ipbayam_D1_ipb
  • ayo_minum_yoghurtayo_minum_yoghurtayo_minum_yoghurtayo_minum_yoghurt
  • buat_telur-asin1buat_telur-asin1buat_telur-asin1buat_telur-asin1
  • buat_telur-asin_2buat_telur-asin_2buat_telur-asin_2buat_telur-asin_2
  • daging_kelinci_halaldaging_kelinci_halaldaging_kelinci_halaldaging_kelinci_halal
  • daging_kelinci_sehatdaging_kelinci_sehatdaging_kelinci_sehatdaging_kelinci_sehat
  • fakta_daging_kambingfakta_daging_kambingfakta_daging_kambingfakta_daging_kambing
  • telur_omega_3telur_omega_3telur_omega_3telur_omega_3
  • tetap_cantik_dengan-kokontetap_cantik_dengan-kokontetap_cantik_dengan-kokontetap_cantik_dengan-kokon

Sebagian besar pemeliharaan ayam broiler di Indonesia masih menggunakan sistem kandang terbuka dan kurang memperhatikan sistem pembuangan dan pengolahan limbah kotoran. Sistem kandang terbuka pada peternakan tradisional menghasilkan bau berupa gas yang mencemari lingkungan, yaitu amonia. Gas amonia lebih dari 25 ppm akan berbahaya pada kesehatan, produktivitas, dan lingkungan kandang ayam.

Mahasiswa IPB University, Ones Putra Hulu, Martina Sihombing dan Rios Hendri Saputro juga merasakan dan menyadari masalah tersebut. Kampung Sajira Barat dan Binjai Hulu adalah dua daerah dari sekian banyak daerah yang terkena pencemaran bau amonia peternakan. Para warga di sana protes dan menuntut ditutupnya peternakan tersebut.

Berawal dari tukar pikiran dengan teknisi Fakultas Peternakan, ketiganya menemukan ide untuk menggunakan nanopartikel perak (AgNPs) sebagai solusi bau kandang. Tujuan pemberian AgNPs yaitu agar amonia sumber bau di kandang dapat dihilangkan dan ternak serta pekerja bisa merasa nyaman.

“Berdasarkan informasi yang telah diperoleh, penelitian menggunakan nanopartikel perak masih jarang diteliti di Indonesia, terutama untuk ternak. Sementara beberapa peternakan sering digusur akibat bau kandang yang mencemari lingkungan selalu terjadi. Akhirnya kami mendapatkan informasi bahwa nanopartikel perak memiliki potensi untuk menghilangkan amonia itu,” ujar Ones.

Rios menambahkan bahwa faktor pengaruh amonia adalah suhu, kelembapan, dan bakteri gram negatif penghasil enzim urease. Aplikasi nanoteknologi memungkinkan silver dibentuk menjadi ukuran nano sehingga mempunyai kemampunan anti mikrobia yang tinggi.
Sebagai informasi, AgNPs biasanya dimanfaatkan sebagai suplemen multifungsi seperti antibiotik, antibakteri, antimikroba, antiseptik, densinfektan, dan penjernih air. Ada pula yang dapat meningkatkan performa ayam dan produksi telur. Fungsi lainnya adalah mampu membunuh berbagai macam bakteri, proses penyembuhan cepat terhadap penyakit tertentu. 

“Kami mencoba menerapkan nanopartikel perak ini dengan dua bentuk, cairan dan kabut. Bentuk cairan diberikan sebagai minum ayam, sementara bentuk kabut disemprotkan di kandang saat siang hari. Alat kabut dimodifikasi agar dapat diterapkan di kandang ayam,” tutur Martina.

Dari penelitian yang dilakukan Ones dan kedua rekannya, didapatkan hasil bahwa pemberian air minum dengan AgNPs 2 ppm adalah yang terbaik menurunkan amonia. Ketiganya menargetkan penerbitan jurnal sambil terus mengembangkan penelitian mereka. (ipb.ac.id)


Lihat Semua Berita >>

Protocol Kesehatan Covid-19 saat WFO Fapet IPB

Tips & Kegiatan Selama WFH