News

Di saat pandemi Covid-19 ini, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB)  melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Pekanbaru, Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19, melalui program pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi masalah Covid-19.

Kegiatan KKN-T IPB di Pekanbaru secara daring dengan tema Pemanfaatan Sumber Daya Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Techno Social Entrepreneurship untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada Masa Pandemi Covid-19.

Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Peternakan IPB Idat Galih Permana mengharapkan, mahasiswa dapat membantu memberikan pemahaman serta solusi kepada masyarakat bagaimana cara beradaptasi dengan kebiasaan baru serta melakukan pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan sosial, ekonomi, pertanian dalam arti luas, industri dan lingkungan secara terintegrasi. 

"Semoga mahasiswa kami ini dapat membantu masyarakat di Kota Pekanbaru," katanya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian mengungkapkan, Kota Pekanbaru tidak memiliki sumber daya alam (SDA), berbeda dengan kabupaten/kota yang ada di sekitar Pekanbaru. Di Kota Pekanbaru, yang lebih diiutamakan adalah kegiatan perdagangan, jasa, dan industri. 

"Bapak Walikota Pekanbaru saat ini sedang gencar-gencarnya untuk mewujudukan Pekanbaru sebagai pusat investasi, yang nantinya dapat mensejahterakan masyarakat,” ujarnya. 

Zulfami menjelaskan, saat ini Pekanbaru telah mengeluarkan perwako 104/2020 tentang berperilaku hidup bersih dan sehat sebagai tindak lanjut setelah lebih kurang 3 bulan menjalankan pembatasan berskala besar. Kepada mahasiswa yang akan melakukan KKN-T di Kota Pekanbaru, ia berharap agar memperhatikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Pekanbaru. 

"Kami berharap mahasiswa KKN ini nantinya menjadi pionir atau agen informasi, memberikan penyadaran dan advokasi kepada masyarakat agar  mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di Pekanbaru,” harapnya.

Adapun program-program yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa IPB Pekanbaru dimulai dari kelompok 1 yang akan melakukan KKN di Desa Limbungan Baru dengan tema Peningkatan Perekonomian Masyarakat Pasca Covid-19 dengan pemanfaatan halaman rumah yang mencakup empat buah program yaitu sosialisasi menjaga kebersihan dan pencegahan Covid-19, program sehat bergizi, kebun keluarga, serta pengembangan usaha peternakan ayam dan pengelolaan limbah. 

Read more: KKN-T Mahasiswa IPB di Pekanbaru Fokus Berkontribusi Atasi Covid-19

Pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini, imun tubuh harus kuat. Salah satu solusi dan yang paling utama adalah mengkonsumsi makanan yang dapat mendukung atau meningkatkan  imunitas tubuh. Telur itik fungsional merupakan salah satu pangan yang sangat baik dikonsumsi untuk meningkatkan imunitas tubuh.  

"Telur itik fungsional adalah telur yang telah didesain melalui rekayasa nutrien pakan untuk menghasilkan telur dengan kandungan nutrien/zat nutrisi tertentu lebih tinggi atau lebih rendah dari telur asalnya.  Hal ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan konsumen akan zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat, yang dimulai dari imun yang kuat," kata Prof Dr Sumiati dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (6/5).

Prof Sumiati adalah dosen Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) yang juga Dekan Fakultas Peternakan IPB University sebagai peneliti itik fungsional.  Ia menyebutkan, telur itik ini tinggi antioksidan, tinggi vitamin A, tinggi asam lemak omega 3 dan rendah kolesterol. “Selain itu, yang paling utama adalah telur itik ini mengandung protein dan asam asam amino esensial berkualitas tinggi,” ujarnya.  

Kandungan nutrien telur itik fungsional adalah 12,81 persen protein,  13,77 persen lemak, 5,10 persen omega 3 dari total asam lemak, 10,18 persen omega 6 dari total asam lemak, rasio omega 3 : omega 6 adalah 1:3. Kandungan vitamin A sebesar 1675 IU per 100 gram telur, mengandung 7,63 miligram kolesterol per gram kuning telur (lebih rendah dari telur itik pada umumnya). “Di samping itu, telur itik ini juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang sangat diperlukan tubuh,” tuturnya.

Kenapa telur itik fungsional dapat meningkatkan imun tubuh? Menurut Prof Sumiati,  protein dan asam amino sangat diperlukan untuk pertumbuhan jaringan dan memperbaiki sel-sel yang rusak dalam tubuh, pengaturan imun tubuh, bahan pembuat enzim, bahan pembuat hormon. Berbagai jenis protein dalam telur berfungsi sebagai antimikroba, anti bakteri pathogen dalam saluran pencernaan, sehingga memperkuat imunitas tubuh. Ada beberapa jenis protein yang dikandung telur (lysozyme, cystatin, ovomucin, ovotransferrin), selain berfungsi sebagai anti bakteri, juga sebagai anti virus.  

"Kedua, manfaat asam lemak omega 3 di antaranya adalah untuk meringankan gejala depresi, mencegah kerusakan otak seperti demensia pada lansia, untuk perkembangan otak pada anak-anak, meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) untuk mencegah plak pada pembuluh darah," ujarnya.

Prof Sumiati menambahkan bahwa kandungan vitamin A yang tinggi dalam telur itik fungsional sangat diperlukan untuk menjaga fungsi penglihatan, memperkuat sistem imun, menjaga kesehatan tulang. “Dan masih banyak lagi manfaat zat nutrisi yang ada dalam telur itik untuk meningkatkan imunitas tubuh,” tuturnya. (republika.co.id)


Lihat Semua Berita >>

Protocol Kesehatan Covid-19 saat WFO Fapet IPB